Ilustrasi Teror (Dok Istimewa)

10 Teror Mengerikan yang Pernah Terjadi di Jogja

Oleh Jatu Raya,

Berikut 10 teror di Jogja yang menimbulkan kengerian luar biasa.

Ilustrasi Teror (Dok Istimewa)

Ilustrasi Teror (Dok Istimewa)

BERITA JOGJA – Teror. KBBI mendefinisikannya sebagai usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh orang atau golongan. Munculnya tekanan dari individu atau golongan selalu hadir di Jogja, dari dulu sampai sekarang. Tekanan itu menciptakan ketakutan masyarakat dan wisatawan yang bisa memperburuk citra Jogja. Berikut 10 teror di Jogja yang menimbulkan kengerian luar biasa.

Teror Bom Belanda

Agresi Militer II Belanda diikuti dengan teror bom pesawat tempur yang dijatuhkan di perumahan penduduk. Pesawat Kittyhawk dan Mustang membombardir Jogja. Masyarakat dibuat panik dan ngeri dengan aksi Belanda ini. Sukarno, dalam biografi yang ditulis Cindy Adams “Penyambung Lidah Rakyat” pun sempat mengisahkan bagaimana di malam Natal tahun 1948 dirinya hampir terkena bom yang dijatuhkan tentara Belanda di atas Kota Jogja.

Pembantaian 1965

Pembantaian simpatisian dan anggota PKI terjadi di hampir seluruh Pulau Jawa, termasuk Jogja. Peristiwa ini jadi teror bagi warga yang tak tahu apa-apa dan tercatat sebagai sejarah kelam Indonesia.

Penembakkan Misterius

Tahun 1980-an, Jogja digemparkan dengan penemuan mayat bertato di tempat-tempat yang mudah ditemukan. Pemerintah kala itu mengatakan banyaknya mayat misterius akibat perang antargeng. Namun ternyata mayat-mayat itu adalah hasil operasi pemerintah yang berupaya membersihkan para gali, Koran Kompas 30 April 1983 menuliskan Jogja jadi tempat pertama dilancarkannya petrus dan diakui sendiri oleh Dandim 0734 saat itu.

Kengerian Petrus berdampak psikologis ke masyarakat. Jalanan malam di Jogja tak lagi ramai. Masyarakat tertekan dan memilih berdiam diri di rumah.

Panoptikon Politik

Berkuasanya Orde Baru (Orba) melahirkan rezim wacana yang kuat. Hukum dan peraturan dibuat mengekang kebebasan ekspresi masyarakat, pun Jogja. Siapa yang melanggar hukum atau aturan yang dibuat politisi di zaman Orba dianggap melenceng dari pancasila yang ditafsirkan atas kemauan pemimpin tertinggi. Terlebih lagi saat bicara politik, Orba sukses mengotakkan siapa individu atau golongan yang teratur melalui partai-partai.

Sampai suatu ketika masyarakat yang tertekan dengan segala aturan dan wacana kuasa Orba di koran atau spanduk membuat kekagetan luar biasa dengan bertindak di luar aturan yang dibuat militer. Tahun 1992, anak muda Jogja yang jadi simpatisan partai PDI dan PPP kampanye keliling menggunakan knalpot blombongan sebagai perlawanan.

Teror Jambret

Jambret jadi profesi yang cukup populer di Jogja tahun 1990-an. Warga tak aman dan takut keluar rumah. Banyak jambret dan pencopet yang berkeliaran di Jogja membuat kepolisian bersama militer membuat kebijakan jam malam yang dikenal dengan Operasi Kecoa. Setiap pukul 22.00 WIB, warga dilarang keluar rumah demi menekan angka kriminalitas.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar