13 Ribu Sumur di Jogja Tercemar Bakteri Koliform

BERITA JOGJA – Kualitas air tanah di Kota Jogja terus mengalami penurunan. Banyaknya pencemaran yang terjadi, membuat air tanah pun turut tercemar. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Pemulihan Lingkungan Hidup Kota Jogja, Pieter Lawoasal. Menurut Pieter, air tanah yang berada di sumur-sumur daerah Kota Jogja banyak yang tercemar bakteri Koliform. Bahkan menurut keterangan […]

BERITA JOGJA – Kualitas air tanah di Kota Jogja terus mengalami penurunan. Banyaknya pencemaran yang terjadi, membuat air tanah pun turut tercemar. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Pemulihan Lingkungan Hidup Kota Jogja, Pieter Lawoasal.

Istimewa

Istimewa

Menurut Pieter, air tanah yang berada di sumur-sumur daerah Kota Jogja banyak yang tercemar bakteri Koliform. Bahkan menurut keterangan yang diberikan, ada ribuan sumur yang tercemar bakteri tersebut.

“Dari pengujian yang dilakukan oleh BLH di Kota Jogja, sebanyak 13.000 sumur warga tercemar bakteri Koliform. Bahkan sekitar 70 persen sumur di Kota Jogja memiliki kadar Koliform di atas batas yang telah ditentukan,” papar Pieter.

Pieter juga menambahkan, bahwa sebenarnya batas standar yang ditentukkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 tahun 2011, adalah 100 mpn. Sedangkan rata-rata kadar Koliform di sumur-sumur sekitar Jogja jauh melebihi ambang batas tersebut. Bahkan ada yang mencapai angka 2000 mpn.

Salah satu penyebab tercemarnya air sumur oleh bakteri Koliform, dikarenakan terlalu dekatnya sumur dengan septic tank. Septic tank seharusnya memiliki jarak minimal sejauh 10 meter dari sumur. Septic tank juga tidak boleh bocor dan harus kedap air. Jika tidak kedap air dan terlalu dekat dengan sumur, maka air dari septic tank akan merembes ke sumur dan membawa bakteri Koliform.

“Untuk menghindari pencemaran air sumur, sebaiknya jarak antara septic tank dengan sumur minimal sejauh 10 meter,” imbau Pieter.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar