Istimewa

20 Mei 1998, Sultan Bersama Rakyat Jogjakarta Dukung Reformasi

Oleh Maya Eka,

BERITA JOGJA – Pada 21 Mei 1998, merupakan salah satu momen paling bersejarah bagi Republik Indonesia, yang kemudian hari, momen ini disebut dengan Reformasi 98. Reformasi 98, merupakan saat di mana Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya karena desakan dari berbagai elemen masyarakat. Sehari sebelumnya, masyarakat Jogjakarta pun ambil andil dalam mendukung gerakan reformasi. Tepatnya […]

BERITA JOGJA – Pada 21 Mei 1998, merupakan salah satu momen paling bersejarah bagi Republik Indonesia, yang kemudian hari, momen ini disebut dengan Reformasi 98. Reformasi 98, merupakan saat di mana Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya karena desakan dari berbagai elemen masyarakat.

Istimewa

Istimewa

Sehari sebelumnya, masyarakat Jogjakarta pun ambil andil dalam mendukung gerakan reformasi. Tepatnya pada 20 Mei 1998, masyarakat di Jogjakarta menggelar acara Pisowanan Agung Rakyat Jogjakarta untuk mendukung gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa. Dalam acara tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam VIII medukung penuh dan mengajak masyarakat Jogjakarta agar bersama-sama mendukung gerakan reformasi untuk Indonesia yang lebih baik. (baca juga: Dua Bisikan Leluhur yang Diterima Sultan Sebelum Sabda Raja)

Rangkaian acara Pisowanan Agung Rakyat Jogjakarta tersebut dimulai dari kampus UGM dan diakhiri di Alun-alun Utara Jogjakarta, puncak acara tersebut dihadiri sekitar satu juta orang. Puncak acara Pisowanan Agung  ditandai dengan pembacaan maklumat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di pelataran Alun-alun Utara.

Halaman

1 2 3

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar