Jikustik (Dok Istimewa)

20 Tahun Jikustik dalam Cerita yang Nyaris Terlupakan

Jikustik memang paling jago membingkai kisah percintaan dalam lagu-lagu bertema balada dengan lirik yang mengacak-acak disonansi kognitif.

Jikustik (Dok Istimewa)

Jikustik (Dok Istimewa)

BERITA JOGJA – Beruntunglah mereka yang kasmaran dan patah hati bersama Jikustik. Sejak berdiri 20 tahun lalu, Jikustik memang paling jago membingkai kisah percintaan dalam lagu-lagu bertema balada dengan lirik yang mengacak-acak disonansi kognitif.

Simak saja judul-judul lagu di album pertama mereka, “Bulan di Jogja” yang rilis tahun 1999. Dari judul macam “Seribu Tahun Lamanya”. “Rie..”, “Didera Hujan”, “Menunggumu Pulang”, “Separuh Hati” atau “Bersanding Denganmu” yang langsung diterima pendengar musik Jogja.

“Semua keromantisan Jogja mereka tuangkan dalam lagu. Anak muda yang sedang jatuh cinta atau patah hati di Jogja saat Jikustik tumbuh dulu itu merasa terwakili banget. Apalagi pas dengar lagu mereka di Geronimo. ‘Didera Hujan’ misal, Jikustik berhasil mengimajinasikan romantisnya hujan di Jogja jadi lagu,” kata Bayu Nugraha, fans Jikustik asal Jogja yang sudah mengikuti perjalanan mereka sejak awal karier.

Lirik lagu-lagu Jikustik juga tidak hanya puitis. Meski terkesan cengeng, ada optimisme yang berkelindan dengan bantuan aransemen. Simak saja lirik lagu “Aku ini” yang berkisah tentang orang-orang yang feodal. “Aku ini anak kampung yang hanya inginkan dirimu dan selalu dirimu,” nyanyi Icha eks Jikustik. Liriknya memang cengeng, tapi berkat aransemen riang, secara psikologis terkesan Icha mengakui kekalahan dengan gagah.

Lirik dalam lagu-lagu mereka juga mengandung optimisme tinggi. Banyak akademisi yang sudah membuktikannya adalam penelitian. Salah satunya Febriana Dyah Hardiyati, alumni FIB UGM angakatan 2010 dengan judul “Makna Optimisme dalam Empat Lirik Lagu Karya Jikustik: Analisis Kritik Robert Millar dan Ian Currie”. Penelitian Febriana menghasilkan temuan bahwa empat lagu Jikustik: “1000 Tahun Lamanya”, “Kawan Aku Pulang”, “Yang Terhebat”, dan “Tetap Percaya” punya rasa optimisme tinggi.

Ditambah album Indie mereka, total Jikustik sudah menelurkan 11 album. Jikustik adalah band visioner ketika membuat album. Mereka mengonsepnya dengan matang laiknya skenario dalam pertunjukan teater atau film, hal yang jarang dipikirkan oleh band-band serupa waktu itu. Setelah berada di bawah label, enam album mereka konsep dengan trilogi.

Trilogi pertama adalah album 1000 Tahun, Perjalanan Panjang, dan Sepanjang Musim yang berkisah tentang rentang waktu percintaan panjang: Penantian (1000 Tahun), kerinduan (Perjalanan Panjang), dan akhir dari penantian dengan sesakit-sakitnya (Sepanjang Musim). Trilogi lainnya ada di album Pagi (2004), Siang (2006), dan Malam (2008). Dari album-album itu Jikustik tak pernah sekalipun memakai diksi “Cinta” dalam liriknya. Baru tahun 2011 mereka memakai diksi itu dalam lagu berjudul “Untuk Cinta”.

Pongki dan Icha (Dok Kamar Musik)

Pongki dan Icha (Dok Kamar Musik)

Ada mitos yang muncul usai Pongki keluar bahwa Jikustik dekat dengan angka delapan. Soalnya, Pongki keluar setelah album kedelapan Jikustik. Mitos berkembang karena kata ‘Jikustik terdiri dari delapan huruf, studio rekaman mereka ada di Jalan Wulung nomor 8, lalu formasi Jikustik hingga album Malam adalah formasi kedelapan. Pongki digantikan Brian sementara Icha digantikan Abadi Bayu.

Usia 20 tahun bukan tanpa masalah bagi Jikustik. Kesuksesan mereka diprediksi meredup usai keluarnya Pongki dua tahun setelah rilisnya album Malam disusul Icha. Keduanya memang sosok penting di Jikustik karena menciptakan banyak lagu hits dan gantian menyanyikan lagu.

Icha dan Pongki memang harus keluar dari Jikustik. Ini jadi peluang Carlo, Adit, dan Dadi bersama dua personel baru mengusung rasa baru. Mereka harus bisa melepaskan Jikustik rasa Balada Pongki dan Icha sembari mulai bernegosiasi dengan pendengar musik kekinian. Biarkan Brian bisa jadi diri sendiri dan dengan musik yang lebih segar laiknya Incubus sewaktu ditinggal Alex Katunich atau ADA Band waktu berubah total usai kepergian Baim.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar