5 Gaya Pacaran Anak Muda di Jogja

Lima gaya pacaran yang sering dipakai pasangan muda-mudi di Jogja

BERITA JOGJA – Gaya pacaran anak muda di Jogja sedikit beda sama di kota-kota lainnya. Beda sama Jakarta, Bandung, Bogor, Makassar, Banjarmasin, Kudus, Demak, Banjarnegara, Surabaya, Malang, Pati, Semarang (absen). Soalnya ada faktor sosial dan ekonomi khas Jogja banget yang memengaruhi gaya dan bentuk hubungan itu.

Enggak percaya, nih simak lima gaya pacaran anak muda di Jogja.

Pacar

Ilustrasi pacaran.(Dok.Berbinarbinar)

Gaya Dummy Keluarga

Gaya Dummy Keluarga maksudnya pacaran bergaya keluarga kecil. Namanya keluarga, apa-apa jadi satu, sampai dompet masing-masing pun jadi milik berdua. Duit disatukan terus dikelola dan buat jajan berdua. Ada manfaatnya sih, supaya irit satu sama lain. Soalnya harga-harga di Jogja udah mulai naik, jadi pacaran satu dompet ini banyak dilakukan anak muda Jogja, apalagi yang masih jadi mahasiswa.

Ruginya, sih enggak bebas pakai uang pribadi. Misalnya, lagi seneng sama tamagochi, kudu izin dulu sama pacar. Terus kalau mau ke mana-mana kudu minta izin. Kalau enggak diizinin ya enggak boleh, kalau nekad nanti doi ngambek. Selain itu gaya ini juga termasuk kekerasan psikologis dalam berpacaran sih kalau menurut kategori Rifka Anisa.

Gaya 24 Jam

Ada lagi gaya pacaran 24 jam berdua mulu. Ke mana-mana berdua, makan berdua, satu kontrakkan berdua terus biar irit bayarnya patungan, pokoknya berdua deh. Enggak ada lagi ranah pribadi, yang ada sudah jadi milik berdua karena sama-sama terus sepanjang hari.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar