5 Hal yang Akan Dirasakan Cowok Saat Mendekati 30 Tahun

Oleh azkamaula,

Saat usia sudah menuju 30 tahun, banyak sekali perubahan emosi atau logika yang akan kamu rasakan seperti berikut ini.

BERITA JOGJA – Dalam sudut pandang Psikologi, tua bisa mengubah emosi dan logika. Goleman misalnya, menjelaskan tiap individu punya regulasi emosi masing-masing yang bisa dikelola setelah mendapat banyak pengalaman. Artinya, makin bertambah usia dengan seabrek pengalaman di belakangnya diyakini mampu mengubah emosi dan perilaku individu.

Dari anak-anak sampai remaja, kadar atau ledakkan emosi berbeda. Marah di usia 10 tahun berbeda saat berusia 17 tahun dan bakal beda juga saat sudah berusia 20-an tahun. Emosi yang lain juga begitu. Apalagi saat usia sudah menuju 30 tahun, banyak sekali perubahan emosi atau logika yang akan kamu rasakan seperti berikut ini.

Ilustras cowok 30 tahun (Dok Istimewa)

Ilustras cowok 30 tahun (Dok Istimewa)

Lebih Terencana

Coba ingat, kapan terakhir kali pergi bareng teman-teman secara mendadak. Enggak ada persiapan apa-apa, cuma bawa badan sama dompet, lalu nge-bolang sana-sini. Saat mau atau sudah di usia 30 tahun, dalam kamus hidup enggak ada lagi yang namanya acara mendadak. Semua kudu terencana dan disiapkan matang. Padahal, kata orang-orang, segala hal yang mendadak itu lebih seru.

Waktu Kumpul Berkurang

Waktu kumpul sama teman-teman se-geng jadi berkurang. Ada yang waktunya terpakai buat bekerja atau keluarga bagi yang sudah menikah. Padahal hati masih tetap sama kayak remaja dulu yang selalu ingin kumpul, selalu ada buat teman sendiri, tapi pas sudah dapat kerja atau keluarga kecil, fisik enggak bisa lagi kayak dulu. Sedih kan ya..

Malas

Usia 30 tahun itu banyak yang jadi pemalas. Malas mau pergi ke mana-mana kalau lagi hujan, panas, tengah malam, dan aktivitas lain yang berpotensi bikin badan enggak enak. Dibanding remaja dulu, kalau sudah ada niat mau hujan mau panas mau tengah malam atau subuh, terabas saja. Benar kata Goleman, logika lebih menonjol setelah banyaknya pengalaman mereduksi emosi.

Berpikir Aneh Soal Jodoh

Buat yang masih jomblo di usia yang sebentar lagi 30 tahun itu enggak enak banget. Pas ketemu keluarga, ditanya “mana pacarnya?” atau “kapan nikah?” disertai saran “jangan lama-lama lho nikahnya, biar usia kamu sama anak enggak beda jauh”. Pun saat ketemu teman-teman orang tua atau teman sendiri.

Enggak enak lainnya adalah makin selektif soal jodoh. Ketemu banyak orang dengan lingkungan yang meluas bukan berarti gampang membuka hati buat orang. Sebaliknya, malah banyak pertimbangan ketika mau dekatin orang baru yang ujung-ujungnya batal pedekate. Mikirin status sosial lah, mikirin wajah lah, mikirin pakaian lah, citra sosial lah, dan lah lah lah lainnya.

Benci Sendirian

Nasib adalah kesunyian masing-masing, kata Chairil Anwar. Kebanyakan orang yang sudah mau 30 tahun paling benci yang namanya kesepian atau kesunyian. Pengennya ada temen di segala aktivitas. Kalau pas lagi kesepian atau sunyi, bawaannya suntuk terus terus adanya suudzon deh.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar