Kebohongan Jogja dalam sinetron

5 Kebohongan Tentang Jogja dalam FTV

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Jogja sering jadi tempat pengambilan gambar untuk sinetron atau film di layar kaca. Cukup bisa dipahami mengingat banyaknya tempat yang menarik di Jogja. Namun, dari sekian banyaknya sinetron yang mengambil tempat di Jogja, banyak disajikan kebohongan. Berikut 5 Kebohongan Tentang Jogja dalam Sinetron Indonesia. Wong Jogja Lugu Banyak sinetron yang menggambarkan orang […]

BERITA JOGJA – Jogja sering jadi tempat pengambilan gambar untuk sinetron atau film di layar kaca. Cukup bisa dipahami mengingat banyaknya tempat yang menarik di Jogja. Namun, dari sekian banyaknya sinetron yang mengambil tempat di Jogja, banyak disajikan kebohongan. Berikut 5 Kebohongan Tentang Jogja dalam Sinetron Indonesia.

Kebohongan Jogja dalam sinetron

Istimewa

Wong Jogja Lugu

Banyak sinetron yang menggambarkan orang Jogja itu lugu. Masih memakai blangkon, sorjan. Padahal orang Jogja enggak begitu. Mana ada sekarang yang jalan-jalan ke Mall atau ke kampus memakai blangkon atau sorjan. Sebagian besar sudah enggak ada yang memakai blangkon saat ke kampus atau ke Mall. Udah zaman Pomade soalnya kali ya?

Sawah Hijau

Kesan soal Jogja yang banyak ditampilkan dalam sejumlah sinetron adalah pedesaan dengan sawah hijau luas ditambah para petani muda. Padahal Jogja itu kota yang hampir jadi metropolis. Gedung-gedung udah meninggi melebihi kraton. Hotel atau apartemen sudah makin gila-gilaan. Sawah memang masih tetap ada, tapi situasinya enggak kayak di banyak sinetron juga.

Petani Muda

Ada film yang tokoh utamanya orang Jogja. Dia muda, ganteng, dan berpofesi sebagai petani. Hallloooo… sekarang berapa banyak sih anak muda Jogja yang doyan nyangkul lalu rela jadi petani? Wong sawahnya saja udah berganti perumahan mewah.

Malioboro-Kraton-Parangtritis

Tempat syuting dengan frame besar yang itu-itu saja. Kalau enggak di Malioboro ya Kraton atau Parangtritis. Jogja terlihat kecil sekali. Padahal Jogjakarta dengan empat kabupaten dan satu Kotamadya punya banyak tempat syuting asyik. Goa Pindul tuh, bisa jadi tempat syuting sinetron pendekar-pendekaran. Lebih natural daripada Taman Sari.

Medhok

Banyak artis yang memerankan orang Jogja dalam sinetron ngomongnya medhok lalu sopan dan santun dalam memilih kata. Orang Jogja memang terkenal karena kesantunannya dalam bercakap-cakap, namun jauh lebih terkenal bagaimana memakai bahasa walikan atau makian demi mengakrabkan suasana. “A#U” atau “Matamu” misalnya, bisa bikin suana makin akrab.

Lalu medhok, apa iya orang Jogja semua semedhok itu? Riset lagi dah.

 

 

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar