Lagu rumit GIGI

5 Lagu Rumit GIGI

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – GIGI bukan sekadar band senior yang punya filosofi “yang penting eksis” di industri musik Indonesia. Tiap tahun Armand (Vokal), Dewa Budjana (Gitar), Thomas (bass), dan Hendy (drum) memang bikin album. Tapi lagu-lagu di album GIGI enggak didesain cuma buat hits. Ada beberapa lagu yang punya notasi dan aransemen rumit. Maklum, personel GIGI […]

BERITA JOGJA – GIGI bukan sekadar band senior yang punya filosofi “yang penting eksis” di industri musik Indonesia. Tiap tahun Armand (Vokal), Dewa Budjana (Gitar), Thomas (bass), dan Hendy (drum) memang bikin album. Tapi lagu-lagu di album GIGI enggak didesain cuma buat hits.

Lagu rumit GIGI

Istimewa

Ada beberapa lagu yang punya notasi dan aransemen rumit. Maklum, personel GIGI kemampuannya di atas rata-rata. Dewa Budjana, gitaris  Jazz ternama yang enggak pernah absen memainkan notasi kromatik di musik yang ia ciptakan. Thomas punya bass line “aneh” berkat setting bass G-D-G-D yang rumit dimainkan.

Hendy anggota termuda sekaligus terlama sebagai penggebuk drum bisa mengimbangi keduanya dengan pukulan khas progresive rock. Dia sejak kecil memang dibesarkan musik progresive sejak di Kalimantan Selatan. Terakhir Armand Maulana punya karakter vokal yang khas dan aksi panggung gila.

Jadi enggak heran kalau sejumlah lagu ini cukup rumit dimainkan atau membuat kita bertanya-tanya “GIGI ngapain sih?” saat mendengarkan.

Mereka

Lagu ini terdapat di album ketiga bertajuk 2×2 tahun 1997. Thomas sendiri absen setelah memutuskan hengkang menyusul Baron dan Ronald. GIGI merekrut Opet (bass) dan Budhy Haryono (drum). Lagu Mereka direkam di Amerika dan hebatnya lagi bassist Mr.Big Billy Sheehan mengisi bass di lagu ini.

Lagu ini bernuansa Rock ala Rush. Dewa Budjana di luar dugaan mampu menggantikan peran Baron dengan baik melalui suara distorsi gitarnya yang tebal. Di tengah lagu, Billy Sheehan menunjukkan kebolehannya dengan memainkan melodi bass cepat. Sayangnya album ini enggak dapat sambutan positif di Indonesia.

“Pendengar kita belum siap dengan hasil rekaman di Amerika. Soundnya terlalu luas bagi kita,” kata Dewa Budjana dalam film Dokumenter GIGI.

1999….Menangis

Lagu ini terdapat di album Baik tahun 1999 sekaligus menandai kembalinya Thomas. Di album ini Thomas sendiri sudah memakai setting bass G-D-G-D.

Armand Maula seperti orang kesetanan membawakan lagu ini hingga akhir terlebih pada bagian  tembak sana..tembak sini..mati sana..mati sini..semuanya jadi makanan.

Eksplorasi Sound juga sangat memuaskan. Sound slap Thomas sangat low dan minim kompresor. Bass line Thomas juga cukup rumit. Sedangkan Budjana masih menjaga kekaleman lewat melodi kromatik dengan sedikit drive. Hal yang baru bagi GIGI di album ini adalah vokal Armand yang memakai efek flanger tipis.

Kenyataan Kini

Masih dari album Baik, Kenyataan Kini menjadi ajang pamer Thomas. Dari intro sampai akhir lagu, lincahnya jari Thomas di bass Musicman-nya menyambut riff gitar Budjana yang lumayan berisik.

F.T.E of T.M

GIGI mengadopsi semangat Korn dalam Feel The Emotions of The Music (F.T.E of T.M). Lagu ini terdapat dalam album Untuk Semua Umur (2001). Dalam lagu ini Dewa Budjana yang membuat perbedaan atau menebalkan batas mana Korn dan mana GIGI dengan melodi dan sound khasnya.

Imajiner

Imajiner direkam di Abbey Road, Inggris. Lagu cukup enak dinikmati namun akan membutuhkan proses pencarian sound yang panjang ketika dimainkan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar