6 Fakta Gafatar di Jogja yang Wajib Diketahui

Oleh Kresna,

Berikut ini fakta-fakta Gafatar di Jogja yang dihimpun beritajogja.id dari wawancara dengan mantan ketua Gafatar Jogja

BERITA JOGJA – Belakangan ini nama Gafatar kerap muncul di media. Di Jogja nama Gafatar selama tiga hari ini menghiasi headline media-media. Tapi apa sebenarnya yang dilakukan Gafatar sampai dikait dengan orang-orang yang hilang? Berikut ini fakta-fakta terkait keberadaan Gafatar di Jogja yang dihimpun beritajogja.id dari wawancara dengan mantan ketua Gafatar Jogja.

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

Gafatar bergerak di bidang sosial budaya

Gerakan Fajar Nusantara adalah organisasi yang bergerak di bidang sosial dan budaya. Secara konkrit kegiatan mereka yaitu seperti bakti sosial, donor darah, membuka home schooling dan pelatihan pertanian.

Gafatar sudah membubarkan diri pada 2015 silam

Secara resmi Gafatar di Jogja dideklarasikan pada 2012. Namun dalam perjalanannya Gafatar kemudian memutuskan membubarkan diri karena banyak kecurigaan yang timbul. Pada Agustus 2015, Gafatar pun membubarkan diri. Sejak saat itu tidak pernah ada lagi kegiatan atas nama Gafatar.

Gafatar Jogja punya anggota sampai 2.000 orang

Gerakan Gafatar yang banyak pada aksi sosial membuat banyak orang bergabung dengannya. Diperkirakan ada 2.000an anggota Gafatar di Jogja. Termasuk dr Rica Tri Handayani dan Ayu Diah Yulianingsih adalah anggota Gafatar ketika masih kuliah.

Sudah lebih dari 100 anggota Gafatar yang keluar dari Jogja

Selama tahun 2014-2015 sudah ada 100-150 anggota Gafatar Jogja yang pergi ke luar Jogja. Mereka tidak hanya pergi ke Kalimantan tapi juga ke Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Gafatar punya lahan seluas 5.000 hektar di Kalimantan

Gafatar memiliki tanah seluas 5.000 hektar untuk dikelola orang yang mau pindah ke sana. Tanah tersebut merupakan pemberian dari kepala suku di Kalimantan.

Gafatar bukan ormas keagamaan

Gafatar merupakan ormas yang bergerak pada isu sosial budaya. Anggota mereka tidak hanya orang beragama Islam tetapi ada pula orang Nasrani, Katolik, Konghucu dan lainnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar