Aktivis Anti Korupsi Jogja Laporkan Haryadi Suyuti ke KPK

BERITA JOGJA – Jaringan Anti Korupsi (JAK) Jogjakarta akan melaporkan Walikota Jogja, Haryadi Suyuti ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan tersebut tak lepas dari pernyataan Haryadi di sebuah surat kabar beberapa waktu yang lalu. Sebagaimana dimuat di surat kabar tersebut, Haryadi mengatakan bahwa mantan Bupati Bantul, Idham Samawi tak layak dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi […]

BERITA JOGJA – Jaringan Anti Korupsi (JAK) Jogjakarta akan melaporkan Walikota Jogja, Haryadi Suyuti ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan tersebut tak lepas dari pernyataan Haryadi di sebuah surat kabar beberapa waktu yang lalu. Sebagaimana dimuat di surat kabar tersebut, Haryadi mengatakan bahwa mantan Bupati Bantul, Idham Samawi tak layak dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Jogjakarta. Pernyataan Haryadi tersebut dianggap JAK melanggar sumpah jabatan dan menghalangi penyidikan kasus korupsi.

Istimewa

Istimewa

Menurut Tri Wahyu, salah seorang anggota JAK, pernyataan Haryadi di surat kabar dianggap mendukung tersangka kasus korupsi. Pernyataan Haryadi dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Haryadi telah melanggar sumpah jabatannya. Jika Haryadi memberikan dukungan kepada tersangka korupsi sebagai warga biasa kami tidak akan melaporkannya. Tetapi saat ini posisi Haryadi adalah seorang walikota. Apa yang dia ucapkan harus dipertanggung jawabkan kepada publik,” terang Tri Wahyu, Kamis (19/3).

Selain melaporkan Haryadi ke KPK, JAK juga melaporkan Haryadi ke DPRD Kota Jogja. Dasar pelaporan ke DPRD Kota Jogja adalah karena Haryadi dianggap telah melanggar sumpah jabatannya. Pelaporan kepada DPRD Kota Jogja dilakukan JAK dengan mendatangi kantor DPRD, Kamis (19/3).

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar