Alasan-Alasan Kenapa Berat Meninggalkan Jogja Setelah Lulus Kuliah

Oleh Jatu Raya,

Meninggalkan Jogja adalah salah satu hal terberat dalam hidup.

BERITA JOGJA – 3 tahun, 4 tahun, 5, 7, atau 10 tahun kuliah di Jogja adalah masa-masa paling romantis dalam hidup. Sebagian besar menganggapnya begitu sampai-sampai berat rasanya meninggalkan Jogja setelah lulus kuliah.

Baju Praktek

Baju Praktek mahasiswa (Foto: Dok.Demikrisma)

“Soalnya Jogja itu sepanjang jalan kenangan. Banyak banget kenangan sama mantan atau teman di sudut Jogja ini. Tempat ngopi banyak, murah, yah pokoknya Jogja segalanya deh,” kata Muhammad Nawir, mahasiswa asal Kotabaru Kalimantan Selatan.

Meski Jogja sekarang tak bisa lagi dibandingkan dengan satu dekade lalu di mana kota makin padat, jalan raya berjejal kendaraan bermotor, dan trotoar tak lagi nyaman, Jogja tetap berat ditinggalkan. Seperti yang diungkapkan Mellyani Hidayat, mahasiswi asal Palembang yang berkuliah di UPN.

“Macet emang nyebelin di Jogja, tapi selalu ada tempat lah buat menyendiri. Mau keluar kos jam berapa aja, selalu ada tempat yang masih ramai, buat menyepi pas galau atau nyari temen baru. Itu yang bikin berat, orang-orangnya juga santai-santai, enak aja,” katanya.

“Oseng-oseng merconnya enggak ada yang bisa nggantiin. Burjo, angkringan, Bapak-Bapak peronda, fotocopyan, cafe, warnet, Pecel Selokan, UKM, pokoknya kenangan-kenangan di tempat-tempat itu yang bikin malas meninggalkan Jogja,” sambung Rusniwati, mahasiswi UNY asal Banten.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar