ilustrasi cafe (Dok. Istimewa)

Alasan Kenapa Bule Suka Nongkrong di Tirtodipuran-Prawirotaman

Keramahan warga lokal dan cafe-cafe di Tirtodipuran dan Prawirotaman bikin para bule betah.

BERITA JOGJA – Ada banyak faktor penarik wisatawan asing ke Jogja. Tidak cuma Parangtritis, Kraton, atau Malioboro saja. Faktor penarik lain adalah dua kawasan di sekitar Jalan Parangtritis yang sudah cukup tersohor di Eropa dan Amerika: Tirtodipuran dan Prawirotaman. Kedua kawasan ini sering sekali disinggahi para bule malam harinya.

ilustrasi cafe (Dok. Istimewa)

ilustrasi cafe (Dok. Istimewa)

Banyak alasan kenapa para bule suka banget nongkrong di kawasan ini. Dorothy, bule dari New South Wales, Australia ini membeberkan bahwa warga lokal yang sering nongkrong di kawasan ini asyik-asyik. “Mereka asyik dan ramah. Terus lancar juga berbahasa Inggris, saya jadi gampang nanya-nanya soal Jogja,” katanya ditemui di Ascos Cafe Tirtodipuran.

Ada juga bule yang bilang kalau dua kawasan ini membuat mereka seperti di rumah sendiri. Seperti yang diungkap Zverick Hobgart, bule asal Brisbane, Queensland Australia. “Ada makanan meksiko dan saya suka sekali. Tempat ini bikin saya betah dan mirip dengan daerah tempat saya tinggal. Lagian juga nongkrong di sini bisa gampang dapat teman,” ceritanya.

Jogja memang jadi destinasi wisata bule setelah Bali. Bule-bule yang datang ke Jogja meningkat setiap tahun. Dari data statistik Dinas Pariwisata Jogjakarta, pada 2015 tercatat ada sekitar 308.485 wisatawan asing yang main ke Jogja. Wisatawan dari Amerika dan Australia tercatat paling banyak yang mengunjungi Jogja.

“Lonjakan wisatawan asing yang datang ke Jogjakarta mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bahkan melibihi target yang ditetapkan oleh Dinas Pariwisata,” beber LS. Don Charles, Kepala Sub Bagian Program dan Informasi Dinas Pariwisata Jogjakarta.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar