Alasan Elanto Mencegat Moge dan UU LLAJ Soal Pengawalan

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Menggunakan sepeda kesayangannya, Elanto Wijoyono, warga Condong Catur (Concat), Sleman, Jogjakarta, nekad mencegat rombongan Motor Gede (Moge) di Perempatan Condong Catur. Aksinya tersebut tidak dilakukannya sendirian melainkan beberapa warga yang lain. Pada Berita Jogja, Elanto menjelakan alasannya nekad mencegat rombongan Moge yang mendapat kawalan petugas. Alasan Mencegat Moge Menurut Elanto, adanya konvoi […]

BERITA JOGJA – Menggunakan sepeda kesayangannya, Elanto Wijoyono, warga Condong Catur (Concat), Sleman, Jogjakarta, nekad mencegat rombongan Motor Gede (Moge) di Perempatan Condong Catur. Aksinya tersebut tidak dilakukannya sendirian melainkan beberapa warga yang lain. Pada Berita Jogja, Elanto menjelakan alasannya nekad mencegat rombongan Moge yang mendapat kawalan petugas.

Moge

Elanto ketika menvegat rombongan moge yang diakwal petugas, Sabtu (15/8) sore. (Foto: Setio)

Alasan Mencegat Moge

Menurut Elanto, adanya konvoi Moge sebenarnya sah-sah saja. Namun, untuk sekian kali, rombongan Moge tersebut menurutnya selalu dikawal oleh petugas. “Ini yang aneh. Penggunaan pengawalan kan untuk kepentingan negara, darurat negara. Mengawal rombongan Moge itu enggak penting,” jelasnya.

Elanto sendiri satu dari sekian banyak warga yang berani bicara lalu beraksi. Ada lagi Issa Rachmat. Issa yang juga warga Concat ini berkeliling Jalan Solo dan Jalan Magelang. Ia menanyakan pada banyak petugas tentang pengawalan terhadap Moge ini.”Tapi tidak ada yang bisa memberi penjelasan. Juga menyebabkan kemacetan sampai beberapa ratus meter,” bebernya.

Menurut Undang-Undang

Dalam Pasal 134 UU LLAJ dinyatakan bahwa pengguna jalan raya yang mendapat hak utama untuk didahulukan ada enam jenis. Pertama, pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas. Kedua, mobil ambulans yang membawa orang sakit. Ketiga, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu-lintas. Empat, kendaraan pimpinan negara Republik Indonesia, kendaraan pimpinan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara. Lima iring-iringan pengantar jenazah dan enam konvoi atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • Bambang Dono Kuncoro

    Miturut Pasal 134 UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan nyang buleh dapet pengawalan pulisi diantaranya adalah mobil DamKar, ambulans, pimpinan lembaga Negara dll termangsuk KONVOI dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Pak Pulisi, saya mau tanya. Pengertiannya “konvoi” itu apa ? Iring2an truck gede para siswa Akmil yg bila dibaurkan akan nyadhuk brompit dan angkot ?
    Iring2an truck PHH yg kudu cepet2 mengamankan negara ? Iring2an ibu2 PKK dan manula sepuh yang bila tak dikawal akan kepepet truck ?

    Atau iring2an bapak kamso yang baru puber kedua ?
    Lho bocah2 kaplak tua itu kan sekedar hobby, tidak ada kaitan dgn kepentingan negara, cuma gagah2an doang ?
    Mereka baru kemlinthi pamer kemewahan, njuk berkendaraan dengan kecepatan tinggi,?

    Konvoi ya konvoi tapi kan ada pilah2nya. Grombolan moge yang arogan,
    baiknya tak usah di kawal, biar saja cari jalannya sendiri2. Toh sak
    gede2nya moge, misih lebih gede mobil angkot.

    • Marwata SYG

      betul………sip

  • heru

    Sepakat, trrlalu arogsn. MasyarakAt kecil dsh gak diperhatikan, tunggu kehancurannya.

  • Marwata SYG

    Jalan raya milik bersama Bung…..jangan menang2 an……… Pak Polisi ayo donk….. arak2 an andong yang berkuda aja berhenti……….dan kudanya sabar menanti………. kenapa manusia kita tidak sabaran………….heheheh…..