Angkutan Umum Hilang, Jogja Bakal Macet Total

Oleh Jatu Raya,

Jumlah angkutan umum dalam kota dan antarkabupaten makin berkurang dan berpotensi hilang.

BERITA JOGJA – Jumlah angkutan umum di Jogja selama dua puluh tahun terkahir menurun. Dari data yang didapatkan di Pusat Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM diketahui bahwa dalam dua puluh tahun terkahir jumlah angkutan umum berkurang hingga 70 persen.

Walhi Jogja meminta pemerintah tidak anggap enteng sampah visual

Bus Trans Jogja Foto: Cahyo)

“Tahun 1980-an itu jumlah angkutan sampai 1000. Sekarang kurang lebih sisa 300-an lah bus dan angkot dalam kota atau antarkabupaten. Jadi sangat jauh berkurangnya,” beber Peneliti Pustral, Iwan Puja Riyadi.

Hal ini diperparah dengan masuknya transportasi lama dengan kemasan baru berbasis online di Jogja. Kekhawatiran akan makin tergusurnya angkutan umum langsung dikemukakan Ketua Organda DPD Jogjakarta, Agus Andriantoro.

“Saya kahwatir nanti terjadi benturan-benturan sosial karena sepeda motor sendiri tidak pernah direkomendasikan untuk mengangkut penumpang,” katanya singkat.

Adanya potensi makin berkurangnya angkutan umum bakal berdampak luar biasa di Jogja. Iwan menuturkan bahwa angkutan umum sebenarnya kunci untuk mencegah kemacetan yang terjadi. Syaratnya, pemerintah harus memperbaiki, membuat nyaman, dan mempermudah warga mengakses angkutan umum.

“Tiap angkutan bisa mengangkut 30an penumpang bahkan lebih. Kalau hilang, lalu tiap orang menggunakan kendaraan pribadi ke luar rumah, Jogja bisa macet total. Padahal sarana dan aksesnya saja masih kurang. Pejalan kaki saja tidak difasilitasi kok,” prediksinya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar