Anjelo Buka-Bukaan Soal Pekerja Seks Panggilan di Jogja

Pengantar dan penjemput pekerja seks blak-blakkan soal dunia seks Jogja.

BERITA JOGJA – Berpindah dari hotel satu ke hotel yang lain kerap dilakoni. Tugasnya adalah mengantar jemput pekerja seks yang mendapat bookingan dari pelanggannya.

Miras

Istimewa

Aan, begitu dia biasa disapa, sehari-hari bekerja dia sebagai Anjelo. Anjelo merupakan akronim dari Anter Jemput Lonte yang biasanya dipakai oleh warga Jogja untuk menyebut pekerjaan seseorang yang tugas utamanya adalah mengantar jemput  pekerja seks.

Sudah hampir tiga tahun, Aan melakoni pekerjaan sebagai Anjelo. Awalnya, Aan yang menganggur ditawari oleh temannya sekolah di bangku SMA untuk bekerja. Temannya itu sudah lebih dulu bekerja sebagai Anjelo.

“Tugasnya gampang kok, cuma anter jemput aja dari sini (penampungan di Janti) menuju ke hotel yang dipilih. Hotelnya terserah tamunya. Kalau sudah ada hotel sendiri ya silahkan tapi nanti dilihat dulu, hotelnya aman atau tidak. Kalau aman ya lanjut, kalau enggak ya nanti saya tawari hotel yang sudah biasa jadi langganan mbak-mbak di sini,” cerita Aan tentang tugasnya kepada Beritajogja, Rabu (16/9) yang lalu.

Selain mengantarkan dan menjemput ke hotel, Aan juga bertugas untuk menjaga keamanan dari pekerja seks yang diantarkan. Aan harus memastikan bahwa pekerja seks yang diantarnya tidak mendapatkan perlakuan yang tidak sepantasnya dari tamu. Aan juga harus bahwa tidak ada garukan atau razia dari pihak berwenang saat pekerja seks yang diantarkannya berada di hotel.

“Biasanya seh lancar-lancar saja. Tapi ya pernah juga marahi tamu, soalnya dia agak kasar sama yang saya antar. Tugas saya memastikan mbak yang saya antar aman dan selamat kembali ke rumah. Selain kayak kurir, juga mirip jasa keamanan gitu sebenarnya,” terang Aan.

Aan juga bercerita bahwa dirinya banyak mengenal orang hotel untuk menjaga keamanan saat transaksi di kamar hotel dilakukan. Dari orang hotel ini, biasanya Aan mendapatkan bocoran apakah akan ada razia atau tidak. Jika diberitahu ada razia, maka Aan akan segera memberitahu tamu dan pekerja seks yang diantarkannya supaya berpindah hotel saja.

“Biasanya kalau dihotel yang melati kadang ada razia. Kalau hotel bintang, lumayan aman. Tapi khan tergantung tamunya mau milih hotel yang mana. Kalau kelas melati ya biasanya seratus ribuan. Kalau hotel bintang ya harganya lebih mahal,” ujar Aan.

Dari melakukan pekerjaan sebagai Angelo ini, Aan mendapat uang Rp.100.000 selama sehari. Kalau ada tamu yang memberi tips, penghasilan Aan bisa lebih. Aan biasa bekerja dari magrib hingga pukul 03.00 WIB. Setiap harinya, Aan mengantar paling sedikit lima kali.

Kedekatan Aan dengan para pekerja seks yang berada di penampungan Janti, tak membuatnya tertarik untuk memanfaatkan hal tersebut. Bagi Aan, para pekerja seks tersebut sudah seperti kakak perempuan maupun adik perempuan yang harus dijaganya.

“Gak kepikiran buat dapat gratisan apalagi macari mereka. Semuanya sudah saya anggap saudara. Lagian kalau macari, biayanya mahal. Mbak-mbak itu perawatannya mahal. Gak kuat saya,” cerita Aan sambil tertawa.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar