Apa Sebenarnya Salah Gafatar?

Oleh Kresna,

Eks pengurus Gafatar mempertanyakan apa sebenarnya kesalahan Gafatar sampai para mantan anggotanya diperlakukan tidak adil.

BERITA JOGJA – Mantan pengurus Gafatar Pusat, Wisnu Windhani, mempertanyakan apa sebenarnya kesalahan Gafatar sampai para mantan anggotanya diperlakukan tidak adil. Pemukiman yang dibangun mantan anggota Gafatar di Mempawah sampai dibakar dan mereka diusir.

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

“Kami sama sekali tidak mengusik warga, apalagi berbuat anarkis atau pun terorisme. Apa salah kami?” katanya dalam rilis yang diterima beritajogja.id, Rabu (20/1).

Perlakukan yang diterima oleh mantan anggota Gafatar tersebut seolah tidak lagi ada Hak Asasi Manusia. Para mantan anggota di Kalimantan Barat dipaksa pulang ke asalnya meski mereka tidak ingin.

“Ini bertolak belakang dengan Hak Asasi Manusia, setiap orang bebas untuk berpindah tempat tinggal. Eks Gafatar yang memilih untuk tinggal dan bercocok tanam di Kalimantan Barat juga begitu,” ujarnya.

Menurutnya selama ini para mantan anggota Gafatar di Kalimantan Barat hanya bertani dan tidak mengusik ketenangan warga. Lebih dari 700 orang eks Gafatar yang bermukim di Mempawah justru diusir dari tempat tinggal mereka.

“Kami hanya bertani, itu cara kami bertahan hidup dan tidak menggangu atau seperti tuduhan yang selama ini ditujukan pada kami,” tandasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar