Istimewa

Awal Kedatangan Warga Tionghoa di Jogjakarta (Bagian Pertama)

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Orang-orang Tionghoa mulai berdatangan ke wilayah Jogjakarta sekitar tahun 1800an. Pada tahun-tahun pertama kedatangannya, bangsa Tionghoa lebih memilih mendiami daerah pesisir Jogjakarta. Mereka mendiami wilayah pesisir bukan karena tanpa alasan. Menurut Abduracman Surjomiharjo, dalam Kota Yogyakarta Tempo Doloe, alasan bangsa Tionghoa mendiami wilayah pesisir dikarenakan wilayah pesisir belum terlalu banyak dieksplorasi oleh Belanda kala itu. […]

BERITA JOGJA – Orang-orang Tionghoa mulai berdatangan ke wilayah Jogjakarta sekitar tahun 1800an. Pada tahun-tahun pertama kedatangannya, bangsa Tionghoa lebih memilih mendiami daerah pesisir Jogjakarta. Mereka mendiami wilayah pesisir bukan karena tanpa alasan. Menurut Abduracman Surjomiharjo, dalam Kota Yogyakarta Tempo Doloe, alasan bangsa Tionghoa mendiami wilayah pesisir dikarenakan wilayah pesisir belum terlalu banyak dieksplorasi oleh Belanda kala itu.

Istimewa

Istimewa

Waktu itu Belanda sedang gencar mengeksplorasi sektor pertanian dan perkebunan, oleh karena itulah orang-orang Tionghoa lebih memilih menetap di pesisir dan mengembangkan sektor perekonomian perikanan, yang kala itu sama sekali belum dilirik oleh Belanda.

Namun setelah beberapa tahun, orang-orang Tionghoa yang mendiami pesisir tidak bisa menghindari pengaruh Belanda. Pada akhirnya pun mereka tetap ditarik oleh Belanda untuk masuk ke daerah pedalaman dan menjadikan mereka sabagai buruh perkebunan.

Pada tahun 1867, nasib bangsa Tionghoa di Jogja berubah, hal ini dikarenakan gempa besar yang terjadi pada 1867. Pasca terjadinya gempa, banyak orang-orang Belanda dan warga Kraton yang kehilangan harta bendanya. Namun korban dan jumlah kehilangan harta benda di kalangan orang-orang Tionghoa tidak terlalu banyak, hal ini karena desain bangunan permukiman mereka dapat meminimalisir efek gempa bumi.

Halaman

1 2 3

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar