Ayah Erri Sempat Larang Anaknya Naik ke Merapi

BERITA JOGJA – Sebelum Erri Yunanto berangkat mendaki Gunung Merapi, sang bapak Nuryanto sempat melarang dan keberatan memberi izin Erri berangkat. Namun Erri tetap membujuk ayahnya supaya tetap mengizinkannya mendaki Gunung Merapi bersama lima kawannya. Hal tersebut diungkapkan oleh kerabat keluarga Erri, Sentot Haryawan saat ditemui wartawan di rumah duka, Selasa (19/5). “Bapaknya sudah melarang, […]

BERITA JOGJA – Sebelum Erri Yunanto berangkat mendaki Gunung Merapi, sang bapak Nuryanto sempat melarang dan keberatan memberi izin Erri berangkat. Namun Erri tetap membujuk ayahnya supaya tetap mengizinkannya mendaki Gunung Merapi bersama lima kawannya.

Foto Erri Yunanto yang diunggah pada 15 Juli 2014

Foto Erri Yunanto yang diunggah pada 15 Juli 2014

Hal tersebut diungkapkan oleh kerabat keluarga Erri, Sentot Haryawan saat ditemui wartawan di rumah duka, Selasa (19/5). “Bapaknya sudah melarang, jangan naik ke Merapi, nanti saja. Tapi Erri tetap ingin berangkat,” katanya.

Sentot menceritakan bahwa sebenarnya Nuryanto sudah tidak mengizinkan Erri mendaki Merapi. Bahkan sang bapak sudah menawarkan Erri untuk jalan-jalam ke Sumbawa, Nusa Tenggara Timur sebagai penggantinya.

“Bapaknya Erri sudah membujuk supaya tidak mendaki Merapi dan menawarkan untuk berwisata ke Sumbawa saja. Sang Bapak juga menawari akan menemani Erri kemana saja selama berlibur di Sumbawa,” terang Sentot.

Tawaran berlibur ke Sumbawa tersebut diberikan kepada Erri karena rencananya keluarga Erri akan pindah ke Sumbawa dalam waktu dekat. Sang bapak akan dipindahkan tugasnya ke Sumbawa karena  karena tempat kerja bapak Erri akan membuka kantor baru di Sumbawa.

“Memang ke depan keluarga Erri akan pindah ke Sumbawa, NTT, karena kantornya buka baru di sana,” ungkapnya.

Sayangnya Erri tetap memutuskan berangkat mendaki ke Merapi bersama lima temannya. Nahas, perjalanan Erri berakhir tragis. Dia tergelincir ke kawah Merapi sesudah berfoto di atas puncak Garuda.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar