Backhoe Belum Turun, Camat dan Kapolsek Belum Boleh Pulang

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Dalam aksi pengusiran penambang liar di kawasan lereng Merapi, ribuan warga dari desa Hargobinangun, Purwobinangun, Girikerto dan Wonokerto menahan Camat Pakem dan Turi serta Kapolsek Pakem agar tidak pulang lebih dulu. Para camat dan kapolsek ini tidak boleh pulang sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Mereka menuntut agar belasan backhoe yang ada di kawasan […]

BERITA JOGJA – Dalam aksi pengusiran penambang liar di kawasan lereng Merapi, ribuan warga dari desa Hargobinangun, Purwobinangun, Girikerto dan Wonokerto menahan Camat Pakem dan Turi serta Kapolsek Pakem agar tidak pulang lebih dulu. Para camat dan kapolsek ini tidak boleh pulang sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Mereka menuntut agar belasan backhoe yang ada di kawasan penambangan liar di desa mereka untuk turun.

Warga menolak penambangan liar di kawasan lereng Merapi-Berita Jogja

“Bu Camat Turi, Pak Camat Pakem, dan Pak Kapolsek Pakem tidak boleh turun sebelum alat berat yang ada di tambang liar turun,” ujar kordinator aksi, Sumaryono.

Untuk mengatasi hal tersebut, Rusdi Rais, Kasi Perundang-Undangan dan Penegakan Perda Satpol PP Sleman, menjanjikan akan mendatangkan trailer guna mengankut turun backhoe yang berada di desa mereka. Namun ternyata trailer yang dijanjikan tak kunjung datang. Setalah tiga jam menunggu tanpa hasil, warga pun kehabisan kesabaran. Akhirnya warga yang dikomandoi oleh Sumaryono pun berencana untuk naik ke area pertambangan liar dan menurunkan bego meski tanpa trailer.

“Harap semua dukuh mengumpulkan warganya. Terutama yang laki-laki untuk menambah kekuatan, kita akan menurunkan backhoe meski tanpa triler. Di depan sana juga sudah banyak preman yang menghadang,” serunya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar