Baju Awul-awul Mulai Dilarang di Jogjakarta

BERITA JOGJA – Kebijakan pelarangan penjualan pakaian impor bekas atau awul-awul yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan membawa imbas terhadap penjualan awul-awul di Jogjakarta. Paska dikeluarkannya peraturan tersebut, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Propinsi Jogjakarta menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan pendekatan secara persuasif kepada para pedagang. Riyadi Ida Bagus, Kepala Disperindagkop UKM Propinsi […]

BERITA JOGJA – Kebijakan pelarangan penjualan pakaian impor bekas atau awul-awul yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan membawa imbas terhadap penjualan awul-awul di Jogjakarta. Paska dikeluarkannya peraturan tersebut, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Propinsi Jogjakarta menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan pendekatan secara persuasif kepada para pedagang.

istimewa

istimewa

Riyadi Ida Bagus, Kepala Disperindagkop UKM Propinsi Jogjakarta menjelaskan bahwa pelarangan penjualan pakaian awul-awul dikarenakan ada kemungkinan pakaian tersebut tertempel bakteri maupun virus yang membahayakan kesehatan. Selain itu masuknya pakaian awul-awul dianggap pula mematikan industri tekstil lokal.

“Penjualan awul-awul akan dilarang. Saat ini petugas sudah ditugaskan untuk membujuk para pedagang supaya mau menghentikan usahanya. Jika pedagang nantinya masih ngeyel, akan kami berikan surat peringatan tertulis. Bahkan dimungkinkan akan dicabut izin usahanya juga,” jelas Riyadi.

Riyadi menuturkan bahwa nantinya para pedagang awul-awul diharapkan tak lagi menjual dagangannya. Pedagang awul-awul pun disarankan supaya menjual pakaian baru bikinan lokal dibandingkan menjual pakaian awul-awul.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar