You Can See

Baju You Can See Jadi Pro-Kontra di Jogja

Oleh Maya Eka,

Pernah terjadi insiden pengguntingan baju terhadap perempuan yang menggunakan you can see di sebuah bioskop di Jogja.

BERITA JOGJA – Perkembangan fasion selalu diiringi dengan pro-kontra. Pakaian jenis you can see misalnya, yang datang ke Indonesia menawarkan gaya baru lalu mendobrak moralitas timur. Tahun 1955, di awal kemunculannya di Jogja, baju jenis ini pun menuai pro dan kontra.

You Can See

Dok Molto

You can see ini adalah baju tanpa lengan yang umumnya dipakai perempuan. Baju ini mulai masuk Jogja di di era 1950-an. Beberapa pendapat menentang keras keberadan you can see berdalih kesusilaan. Orang-orang yang kontra terhadap baju tanpa lengan ini menganggap busana tersebut melanggar kesusilaan timur. Seperti yang dituliskan dalam Dunia Wanita edisi Februari 1955, jika masyarakat menerima adanya you can see, maka itu awal dari kerusakan kesusilaan timur.

Di Jogjakarta, pro-kontra terhadap baju tanpa lengan tersebut juga sangat santer kala itu. Bahkan, pernah terjadi insiden pengguntingan baju terhadap perempuan yang menggunakan you can see di sebuah bioskop di Jogja. Pengguntingan terssebut dilakukan oleh orang-orang kontra yang berusaha memberikan efek jera pada pengguna you can see. Pengguntingan baju yang dilakukan oleh pihak yang tak bertanggung jawab tersebut menggegerkan Jogja.

Pengguntingan ini menuai kecaman dari kepolisian. Sebabnya, pemerintah sendiri tidak melarang ada perempuan yang berpakaian you can see. Pemerintah juga tidak pernah mengeluarkan aturan terkait dengan lengan baju yang harus dikenakan oleh perempuan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar