Baliho Kampanye Pilkada Dibiayai, Sampah Visual di Jogja Makin Banyak

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang direncanakan pada Desember mendatang berpotensi memperbanyak sampah visual. Pasalnya, para calon Bupati dan Walikota mendapatkan fasilitas kampanye gratis berupa baliho, spanduk, poster, dan lain sebagainya. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman, Ahmad Shidqi menuturkan alasan pemberian fasilitas itu sudah sesuai dengan UU. “UU No.8/2015 sudah disahkan. Jadi […]

BERITA JOGJA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang direncanakan pada Desember mendatang berpotensi memperbanyak sampah visual. Pasalnya, para calon Bupati dan Walikota mendapatkan fasilitas kampanye gratis berupa baliho, spanduk, poster, dan lain sebagainya.

Pemkab Sleman Benahi Sampah Visual

Spanduk dan banner di ruang publik merupakan contoh sampah visual. (Foto: Sumbo Tinarbuko)

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman, Ahmad Shidqi menuturkan alasan pemberian fasilitas itu sudah sesuai dengan UU. “UU No.8/2015 sudah disahkan. Jadi memang berdasar UU itu tiap calon mendapatkan fasilitas kampanye berupa iklan di media dan iklan luar ruang,” katanya.

Adanya fasilitas tersebut disinyalir bakal membuat tata ruang kota makin semerawut. Inisiator Komunitas Reresik Sampah Visual, Sumbo Tinarbuko, mencontohkan kampanye Pileg dan Capres tahun lalu. Adanya poster calon yang dipasang di ruang publik seperti di pepohonan dan lain sebagainya merusak pemandangan jalan.

“Tidak ada jaminan kalau calon tidak akan melanggar kampanye di baliho atau spanduk. Padahal daripada buang duit untuk hal negatif itu masih banyak cara lain yang tidak merusak ruang kota,” katanya.

Kendati demikian, pihak KPU Sleman tetap yakin bahwa baliho tersebut tidak akan merusak keindahan atau tata ruang. Sebabnya KPU sendiri yang akan memimpin jalannya pemasangan peraga kampanye agar rapi. “Kita juga akan mengelola agar tidak terjadi perang baliho dari calon,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar