Banyak Anak Muda Tak Mau Jadi Petani

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Wilayah Sleman Barat adalah lumbung padi daerah. Masih banyak lahan pertanian dan petani yang mampu menghasilkan ribuan ton beras. Namun, selain hama yang siap mengganggu panen, ada satu permasalahan lagi yang belum ditemukan solusinya. “Selain hama, masalah lainnya adalah banyaknya anak muda yang tidak mau menjadi petani. Profesi itu dianggap enggak keren […]

BERITA JOGJA – Wilayah Sleman Barat adalah lumbung padi daerah. Masih banyak lahan pertanian dan petani yang mampu menghasilkan ribuan ton beras. Namun, selain hama yang siap mengganggu panen, ada satu permasalahan lagi yang belum ditemukan solusinya.

Petani

Istimewa

“Selain hama, masalah lainnya adalah banyaknya anak muda yang tidak mau menjadi petani. Profesi itu dianggap enggak keren atau bahkan memalukan. Padahal, tidak seperti itu,” beber Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu saat berdiskusi dengan jurnalis, Rabu (3/7) siang.

Ia mencontohkan Sendari, salah satu wilayah di Sleman yang didatanganinya. Menurut Yuni para petani di wilayah tersebut sudah banyak yang tua. “Paling muda usianya 50 tahun. Mereka mengeluhkan mengapa banyak anak muda sekarang yang malu turun ke sawah lalu bertani,” ceritanya.

Yuni menengarai permasalahan dasar dari keengganan ini berada di paradigma pendidikan di Indonesia. Pasalnya, saat ini pendidikan diduga hanya menyiapkan peserta didik menjadi pekerja kantor sampai buruh industri.

“Kita semua melawan paradigma yang sudah lama nyantol di benak anak muda. Saya punya mimpi banyak anak muda yang nantinya berbondong-bondong jadi petani untuk menjadikan Indonesia menjadi lumbung pangan negara sendiri,” katanya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar