Banyak Perempuan yang Belum Bebas Memilih Calon Suami

Norma budaya, sosial, dan adat membentuk serta mengatur institusi perkawaninan dan kehidupan keluarga.

BERITA JOGJA – Zaman sudah modern. Sebagian lagi yakin dunia sudah di ambang posmodern. Nmaun, masih banyak cara pandang kuno di tengah masyarakat Indonesia. Salah satunya masih awetnya cara pandang patriarki yang merugikan perempuan.

Takut menikah

Pernikahan (Dok Istimewa)

Contoh kasusnya adalah pernikahan. Cara pandang patriarki masih banyak digunakan sehingga perempuan tidak bisa bebas menentukan calon suaminya sendiri. Cara pandang itu lahir dari kebiasaan dalam komunitas makro maupun di lingkup keluarga.

Hal ini dibenarkan Khotimatul Husna, Pengurus PW Fatayat NU Jogjakarta. Ia juga mengungkap penelitian di berbagai daerah yang menyebabkan perempuan tidak punya hak otonom karena sebab itu.

“Perempuan seringkali dianggap tidak penting sehingga timpang relasi kuasanya dengan anggota keluarga yang lain,” jelasnya saat Seminar Perkawinan Anak di Indonesia yang diselenggarakan PSKK UGM.

Banyak perjodohan dalam sebuah keluarga berdalih melanggengkan gelar . Ditambahkan Prof.Muhadjir, peneliti senior di PSKK UGM, nilai-nilai dalam masyarakat memang merestui itu semua. “Norma budaya, sosial, dan adat membentuk serta mengatur institusi perkawaninan dan kehidupan keluarga,” paparnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar