Bawah Skor Obati Rindu Sepakbola Jogja di Pasar Kangen

Ayo ngobrol lalu cekakakan di stan Bawah Skor sambil menikmati sajian jajanan dan hangatnya minuman tradisional khas Jogja di Pasar Kangen.

BERITA JOGJA – Banyak yang sepakat kerinduan pada Jogja adalah saat suasana malam dengan temaram lampu samar di sudut kota. Bersama kawan cekakan sepanjang malam di tempat-tempat nongkrong pinggir jalan seperti Angkringan sampai Warkop. Kangen Jogja juga bicara kuliner lain yang khas seperti hangat dan empuknya gethuk pasar pagi hari, kenyalnya cenil, nakalnya rasa kipo, kegelian ketan di lidah, dan seabrek lainnya. Pun dengan kesenian yang nyaris tak pernah absen mengisi ruang pertunjukan.

Namun, banyak yang lupa bahwa Jogja tidak dibangun di atas seni dan kuliner bersejarah. Sepakbola, juga membangun dan punya sejarah panjang terhadap perjalanan Kota Jogja. Ia hadir di dalam komunitas-komunitas lalu menggerakkan kreativitas anak muda dari masa ke masa.

Hal ini sukses ditangkap oleh Bawah Skor Mandala. Rasa kerinduan sekaligus ingatan untuk para pelupa itu mereka hadirkan di Pasar Kangen Jogja di TBY. Hingga 24 Juli 2016 nanti, Komunitas Bawah Skor memamerkan jersey PSIM Jogja satu dekade ke belakang bahkan sampai yang paling bersejarah di klub.

Dua jersey PSIM yang turut dipamerkan di stan Bawah Skor (Foto: Prasetya)

Dua jersey PSIM yang turut dipamerkan di stan Bawah Skor (Foto: Prasetya)

“Kata siapa kangen-nya Jogja itu hanya ada di angkringan atau makanan tradisional. Banyak yang lupa kalau sepakbola adalah bagian dari Jogja dari dulu hingga sekarang dan banyak yang kangen akan masa-masa saat mereka masih tinggal atau pernah di Jogja lalu menikmati sepakbola di kota ini, di dalam atau di luar Stadion,” jelas Dimas dari Bawah Skor saat ditemui di Pasar Kangen.

Jersey PSIM yang dipamerkan ia kurator bersama rekannya, Akbar dengan seksama. Rata-rata jersey klub tertua di Jogjakarta ini berwarna putih. Ia juga tak segan memberikan penjelasan perbedaan antara jersey yang satu dengan yang lainnya, juga berkisah tentang momen bersejarah PSIM di rentang waktu satu dekade itu. Ada juga jersey bersejarah dari klub lain seperti Arema, Persebaya, PSM Makassar dan banyak lagi yang lainnya.

“Kami menguratornya berdasar momen dan keunikan jersey. Misal seperti kain, corak, bahkan sampai ke perbedaan-perbedaan lainnya. Jersey yang dipamerkan bernilai tinggi dan tidak dijual, sekadar dipamerkan saja agar orang-orang penikmat bola bisa mengobati kerinduan di sini sambil ngobrol-ngobrol,” sambung Dimas.

Pengunjung tak sekadar pulang dengan rasa kangen yang telah terobati dan sembuhnya gegar sepakbola Jogja. Bawah Skor juga menjual kaos dengan gambar pemain legend PSIM. Contohnya kaos dengan gambar Sujono dengan harga yang sangat terjangkau. Tunggu apa lagi, ayo ngobrol lalu cekakakan di stan Bawah Skor sambil menikmati sajian jajanan dan hangatnya minuman tradisional khas Jogja di Pasar Kangen.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar