Benarkah Gafatar itu Sesat?

Apakah benar gafatar itu sesat atau kesesatan itu diarahkan karena informasi yang didapatkan masyarakat hanya sepotong

BERITA JOGJA – Aktivis Gusdurian Jay Ahmad menilai terkait keberadaan Gafatar yang mencuri perhatian publik hingga berujung pembakaran pemukiman di Kalimantan sangat disayangkan. Sebab hingga saat ini belum ada kepastian apa sebenarnya yang dilakukan ormas yang membubarkan diri pada tahun 2015 silam.

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

Fakta-fakta gafatar Jogja. (Ilustrasi: Istimewa)

Dia berpendapat, pada dasarnya terkait kepercayaan tidak ada yang bisa mengatur. Bahkan MUI ketika mengeluarkan fatwa sesat pun tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

“Dalam kasus Gafatar selama tidak bertentangan dengan undang-undang tidak masalah. Siapa yang berhak menyesatkan? Bahkan MUI pun tidak memiliki kekuatan hukum. Yang punya kekuatan hukum itu undang-undang,” katanya pada beritajogja.id, Rabu (20/1).

Persoalan respon masyarakat yang begitu reaktif terhadap keberadaan Gafatar pun dinilainya bukan karena masyarakat tidak siap dengan perbedaan. Namun lebih pada informasi yang tidak utuh tentang Gafatar di masyarakat.

“Masalahnya bukan pada masyarakat, tapi bagaimana pemerintah menyampaikan informasi yang benar, selama ini masih simpang siur. Media juga membuat ramai,” tambahnya.

Dia pun meminta pemerintah dan media memberikan informasi yang lengkap, sehingga warga bisa mencerna dengan baik. “Pastikan dulu, informasi soal Gafatar yang ada ini benar atau tidak. Jangan justru memprovokasi. Apa yang terjadi di Mempawah itu karena informasi yang masih simpang siur,” tandasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar