Bentuk Tim Penyelidik Keterlibatan UGM dalam Penangkapan 1965

Akademis UGM meminta warga untuk duduk bersama dan melihat persoalan ini secara objektif

BERITA JOGJA РPengadilan Rakyat Internasional atau International Peoples Tribunal (IPT) 1965 di Den Haag membuka banyak kesaksian para korban Gerakan 30 September (G30S). Di antaranya  Kingkin Rahayu (70). Aktivis PMKRI itu lalu ditangkap dan diinterogasi lalu mendapatkan siksa yang cukup berat.

Peristiwa 1965

Dok.Theconversation

Kingkin mengaku yang menangkapnya adalah Lukman S, yang disebut-sebut Guru Besar UGM.  Menanggapi hal tersebut, Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto mengatakan, Perisitiwa 1965 merupakan bagian sejarah Indonesia yang harus diterima bersama.

“Di masa lalu kita punya sejarah yang kelam. Dan itu pelajaran berbangsa bernegara yang berat, tapi harus dilalui agar menjadi bangsa yang kuat,” katanya kepada wartawan di PKKH UGM, Selasa (17/11).

Ia berharap agar semuanya dapat jelas dan objektif, semua pihak duduk bersama dan bentuk tim untuk menyelidiki dugaan keterlibatan tersebut. “Kita lihat persoalannya, siapa yang terlibat dan jadi korban sampaikan ke masyarakat. Bahwa di satu sisi UGM jadi korban dan pelaku. Melihat objektifitas UGM secara utuh,” tandasnya

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar