Black Code

Black Code, Batu Mulia dari Gunung Merapi

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Beruntunglah Jogjakarta berada di bawah kaki Gunung Merapi. Kendati letusan eksplosifnya kerap membuat ketar-ketir, namun letusannya punya dampak positif bagi perekonomian warga. Tak sekadar pasirnya saja, namun juga batuan yang dilontarkan dari perut Merapi yang paling ditunggu perajin batu mulia. Slamet Jumiarto dari Batu Permata Black Code misalnya. Ia menceritakan bahwa jenis […]

BERITA JOGJA – Beruntunglah Jogjakarta berada di bawah kaki Gunung Merapi. Kendati letusan eksplosifnya kerap membuat ketar-ketir, namun letusannya punya dampak positif bagi perekonomian warga. Tak sekadar pasirnya saja, namun juga batuan yang dilontarkan dari perut Merapi yang paling ditunggu perajin batu mulia.

Black Code

Slamet Jumiarto bersama Black Code miliknya. (Foto: Aristides)

Slamet Jumiarto dari Batu Permata Black Code misalnya. Ia menceritakan bahwa jenis batu Black Code ini tak setiap saat bisa ditemukan. Hanya pasca erupsi, batu hitam ini bisa ditemukan.

“Menemukannya juga lumayan sulit. Kita harus menunggu batuan dingin dan menambang dulu di area yang cukup sulit,” cerita Slamet.

Batu Black Code sendiri merupakan jenis batuan hematite yang mempunyai sifat mekanik yang kuat. Ketika batu ini didekatkan di telapak tangan dengan jarak sekitar 1 cm, aliran listriknya akan terasa.

Untuk dihaluskan kemudian dijadikan mata cincin, prosesnya lumayan sulit. Tekstur batu yang berundak-undak membikin perajin harus sabar dalam memolesnya. Ini juga yang membuat harganya lumayan mahal.

“Kalau yang sudah berbentuk cincin, bisa Rp1 juta. Tapi yang paling mahal ya yang masih berbentuk bongkahan batu. Kira-kira harganya Rp30 juta sampai Rp50 juta,” beber warga Jogja ini.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar