Buang Sampah Pada Tempatnya, Mahasiswa Jogja Didenda Rp200 Ribu

Oleh Jatu Raya,

"Saya enggak tahu soal Perda itu. Niatnya membuang sampah ke tempatnya, saya enggak mau buang sampah di sembarang tempat," kata YN.

BERITA JOGJA – Buanglah sampah pada tempatnya. Imbauan ini malah membuat seorang mahasiswa asal Pogung, YN, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Jumat (4/3) kemarin. Kedapatan membuang sampah di Depo Transit Sampah Pogung, YN dijatuhi denda Rp200 ribu oleh Hakim Tunggal Lingga Setiawan.

ilustrasi membuang sampah (Dok.Istimewa)

ilustrasi membuang sampah (Dok.Istimewa)

YN kecewa berat dengan putusan itu. Ia merasa sudah membuang sampah di tempat yang seharusnya namun tetap disalahkan. Ia sengaja membuang sampah ke Depo karena terbiasa dan tidak ada penarik retribusi sampah di kosnya.

“Selama ini saya terbiasa membuang sampah ke Depo  karena banyak warga yang lain juga. Daripada saya buang sembarangan ke ke trotoar atau sungai, soalnya penarik retribusi sampah di kos saya tidak ada,” katanya.

Namun, ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14/2007 yang melarang masyarakat umum non warga membuang sampah di Depo. Pasalnya Depo transit sampah tersebut hanya diperuntukkan untuk warga  di RT/RW sekitar yang dipungut bayaran. YN sendiri tidak tahu soal adanya Perda itu. “Saya enggak tahu soal Perda itu. Niatnya membuang sampah ke tempatnya, saya enggak mau buang sampah di sembarang tempat,” jelasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar