Budaya Srawung di Jogja Sudah Mulai Luntur Sejak Tahun 1980an

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Kebudayaan srawung atau tatap muka saat Lebaran tidak hanya dalam sepuluh tahun terakhir mengalami kemunduran. Menurut Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM, Dr.Aprinus Salam,M.hum kebudayaan ini mulai terlihat menurun sejak tahun 1980-an. “Kalau menurut pengamatan saya, budaya tatap muka ini sudah mulai kelihatan menurun sejak tahun 1980an. Beda sama 70-an ke belakang. Itu […]

BERITA JOGJA – Kebudayaan srawung atau tatap muka saat Lebaran tidak hanya dalam sepuluh tahun terakhir mengalami kemunduran. Menurut Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM, Dr.Aprinus Salam,M.hum kebudayaan ini mulai terlihat menurun sejak tahun 1980-an.

budaya srawung

Istimewa

“Kalau menurut pengamatan saya, budaya tatap muka ini sudah mulai kelihatan menurun sejak tahun 1980an. Beda sama 70-an ke belakang. Itu yang saya lihat selama jadi warga Jogja,” katanya ditemui di PSK UGM, Jumat (10/7) siang.

Adanya musim kartu lebaran kala itu dinilai cukup sebagai wadah silaturahmi. Sedangkan kekinian, maraknya gadget mempermudah pertemuan secara visual. “Sekarang kan sudah ada teknologi yang lebih canggih, silaturahminya berganti tempat,” ujarnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar