Bule Kritik Trotoar di Jogja

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Kepadatan ruang di Jogja tak hanya melahirkan kritik dari warga, namun juga wisatawan luar negeri. Salah satu ruang yang dikritik oleh bule-bule yang berlibur ke Jogja adalah soal trotoar. Marco Rubeo, wisatawan asal Australia merasa kesal dengan banyaknya iklan ruang di trotoar. Hal ini membuatnya kesulitan berjalan dan menikmati pemandangan di Kota […]

BERITA JOGJA – Kepadatan ruang di Jogja tak hanya melahirkan kritik dari warga, namun juga wisatawan luar negeri. Salah satu ruang yang dikritik oleh bule-bule yang berlibur ke Jogja adalah soal trotoar.

Trotoar

Istimewa

Marco Rubeo, wisatawan asal Australia merasa kesal dengan banyaknya iklan ruang di trotoar. Hal ini membuatnya kesulitan berjalan dan menikmati pemandangan di Kota Jogja. “Saya mau jalan kaki ke Malioboro susah. Trotoar banyak iklan, banyak warung, sementara itu jalanan padat. Debu, debu,” keluhnya.

Rekan Marco, Joseph Lucuss menambahkan bahwa tidak seharusnya trotoar diganggu oleh besi penyangga iklan raksasa maupun mini. Sebab, dari apa yang ia tahu trotoar haruslah steril. “Saya belajar soal pendekatan ruang kota di sana (Australia) dan ini (trotoar) salah fatal,” tambahnya yang sudah dua hari di Jogja sejak Waisak.

Wisatawan asing lain, Wilma Gahret dari Jerman, saat ditemui di sebuah kafe bilangan Kota Baru membenarkan Marco dan Joseph. Ia juga mempertanyakan kondisi Jogja yang serba semrawut. “Apakah semua kota seperti ini di Indonesia? Saya lihat di internet bagus sekali padahal,” katanya yang baru sekali berlibur ke Jogja.

 

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar