Bulu Tangkis di Jogja Kurang ‘Hot’, Ini Kata Rudy Hartono

Oleh Jatu Raya,

Belum memasyarakatnya bulu tangkis salah satu sebab minimnya atlet Jogja yang berskala internasional.

BERITA JOGJA – Turnamen Internasional bertajuk Jaya Raya International Challenge yang dihelat di GOR Among Raga 11-20 September 2015 lalu menyisakan catatan pendek. Salah satunya adalah minimnya penonton yang menyaksikan pertandingan dari babak penyisihan hingga laga final.

Rudy Hartono

Rudy Hartono (Foto: Aristides)

Catatan ini disampaikan oleh Rudi Hartono, legenda Bulu Tangkis Indonesia yang menjuarai All England sebanyak delapan kali. Ditemui usai perhelatan, Rudy melihat minimnya penonton membuktikan belum ada tempat yang cukup spesial bagi Bulu Tangkis di Jogjakarta

“Suasananya begini, tidak banyak yang menonton padahal turnamen ini berskala internasional. Tugas bagi pemerintah ini dari tingkat kecamatan sampai gubernur untuk meramaikan kembali bulu tangkis di Jogja ini,” kritiknya.

Pandji

Pandji sedang melakukan servis. (Foto: Aristides)

Sementara itu Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jogjakarta, Sukiman, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Panpel sudah cukup berusaha untuk mendatangkan penonton. Salah satunya dengan menggratiskan turnamen yang diikuti sembilan negara tersebut.

“Tidak adanya tiket sendiri merupakan langkah agar penonton bisa datang beramai-ramai dan melihat pertandingan langsung. Itu salah satu cara yang sudah kami lakukan, tentu saja harapannya ingin penonton bisa mengukur sejauh mana kemampuan pebulutangkis kita,” jawabnya.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar