Canggih! Ini Dia Sandi Pengedar dan Kurir Narkoba di Jogja

Setelah membayar uang ke rekening pengedar, pembeli mendapatkan kode tempat pengambilan sabu

BERITA JOGJA – Penjualan narkotika jenis sabu kini makin canggih. Tidak saja dengan teknologi, kini pedagang dan kurir sabu menggunakan sandi-sandi khusus yang dikirimkan pada pembeli. Hal ini terkuak di Pengadilan Negeri (PN) Sleman saat terdakwa Prabowo AN menjalani persidangan di depan hakim Chandra Nurendra dan Jasa Nurhayati SH beberapa waktu lalu.

Sabu

Istimewa

Dalam persidangan, terdakwa mengaku mendapatkan sabu setelah berkomunikasi dengan kurir dan mentransfer uang sebesar Rp1 juta. Tak pernah melihat wajah kurir, terdakwa hanya diberikan kode di mana harus mengambil sabu yang sudah dipesan. “Setelah transfer saya dapat SMS tempat pengambilan sabu. SMS-nya ‘1 F 10 M/4 Timoho TL1 kiri jalan’ itu kode pengambilannya,” terangnya.

Terdakwa menjelaskan bahwa arti kode tersebut adalah “1 F” (one filter) artinya sabu dibungkus dalam kotak rokok. “10 M/4″ artinya 10 meter dari perempatan Timoho dan “TL1 kiri jalan” artinya tiang listrik pertama kiri jalan. Hal ini dipelajarinya dari temannya, Muhdi, yang juga telah diperkarakan dengan kasus yang sama. “Saya saat mau beli sabu diajari dulu soal kodenya. Kalau enggak katanya bisa bahaya,” jelasnya.

Adapun terdakwa tertangkap oleh pihak kepolisian setelah Muhdi tertangkap terlebih dahulu. Dari keterangan Muhdi tersebut kepolisian langsung menggerebek rumah terdakwa dan menemukan 0,5 gram dan 0,03 gram sabu sisa serta sejumlah barang bukti lainnya. “Barang bukti lainnya adalah pipet, bong, dan HP yang digunakan untuk SMS kurir,” tegas Jaksa yang mendakwa terdakwa melanggar Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar