Dampak nge-bully di Medsos Lebih Berbahaya

Oleh Jatu Raya,

Bullying di media sosial bisa membunuh karakter korban di dunia maya hingga ke realita.

BERITA JOGJA – Dalam realitas kekinian, nge-bully pengguna medsos lain yang dianggap melanggar sistem sosial, etika, sampai hukum sudah sangat biasa. Bahkan tak jarang bully-an itu sampai membunuh karakter korban di medsos hingga ke dunia nyata.

Stop Bully

Dok.Politwika

Demikian hasil penelitian Paulus Angre dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) yang disampaikan dalam Seminar Lingkaran Penelitian dan Sharing (Lensa) 8 Desember lalu. Penelitian berjudul “Harrasment sebagai ‘Pasangan Tak Diperhatikan Mahasiswa di Yogyakarta” ini juga menghasilkan temuan berbahayanya bully-an di media sosial.

Menurut Angre, kekerasan psikis yang sering terjadi di medsos masuk dala kategori Psychology Bullying ini berdampak ngeri daripada di dunia nyata. Kalau di dunia nyata, korban ketika di-bully akan meresponnya dengan menghindari para pelaku saja, namun berbeda di media sosial.

“Korban takut akan penilaian sosial karena bully-an itu bisa dibaca secara sosial, pun dengan mereka yang tidak kenal korban. Penilaian sosial itu bakal berdampak lebih besar pada si korban,” jelasnya.

Temuan Angre diperkuat Dr.Suzie Handajani, Pakar Kajian Media dan Budaya UGM. Menurutnya, bully-an di medsos teramat susah untuk diidentifikasi. “Sering kali masyarakat tidak menyadari adanya harassment itu sendiri, apalagi dengan adanya konsep media baru ini untuk mengidentifikasi sebuah ejekan yang berulang kali sering ditanggapi sebagai sebuah candaan biasa,” tambahnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar