Danang Berguru Buat Nata De Coco Pakai Pupuk dari UGM

BERITA JOGJA – Danang, pemilik pabrik nata de coco yang terbuat dari campuran pupuk memaparkan kalau keahliannya selama ini didapatkan secara otodidak dan dengan melakukan studi ke UGM. Menurutnya, selama dia tidak pernah mendapatkan masalah terkait dengan produk yang dibuatnya. Bahkan sejak awal membuat nata de coco, dia sudah menggunakan pupuk ZA sebagai bahan tambahan. […]

Pabrik nata de coco yang menggunakan bahan pupuk ZA di Godean Sleman

Pabrik nata de coco yang menggunakan bahan pupuk ZA di Godean Sleman

BERITA JOGJA – Danang, pemilik pabrik nata de coco yang terbuat dari campuran pupuk memaparkan kalau keahliannya selama ini didapatkan secara otodidak dan dengan melakukan studi ke UGM. Menurutnya, selama dia tidak pernah mendapatkan masalah terkait dengan produk yang dibuatnya.

Bahkan sejak awal membuat nata de coco, dia sudah menggunakan pupuk ZA sebagai bahan tambahan. “Dari awal saya sudah pakai ini, lima tahun yang lalu saya belajar otodidak dan juga ke FTP UGM dan BPOM juga,” ujarnya.

Dalam sekali produksi pabrik pembuatan nata de coco yang menggunakan bahan pupuk ZA di Godean, Sleman bisa menghasilkan uang Rp.10 juta. “Sepuluh juta kotor, itu belum gaji karyawan,” ungkapnya saat ditemui di lokasi olah TKP, Rabu (1/3).

Jumlah tersebut menurutnya lebih dari cukup untuk membiayai istri dan seorang anaknya serta membayar gaji karyawan yang dibayar harian.

“Per hari ada yang Rp.25 ribu ada yang Rp.45 ribu tergantung dengan beban pekerjaan, yang masak itu yang paling mahal,” ujarnya.

Danang sendiri mengatakan dia baru satu bulan berproduksi di gedung bekas SD tersebut. Sebelumnya dia berproduksi di Jetis, Bantul.

“Saya di sini hanya meneruskan, dulu punya orang sudah tidak sanggup lagi, terus saya ambil alih,” ungkapnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar