Data Korban Miras Oplosan di Jogja 2010-2015

Selama kurun waktu 2010-2015 banyak warga jadi korban miras oplosan. Rata-rata berusia matang di atas 25 tahun.

BERITA JOGJA – Hingga Minggu (7/2) kemarin jumlah korban minuman keras (miras) oplosan di Jogja menjadi 24 orang. Dari data Polres Sleman per 4 Februari, 24 korban meninggal tersebut sebagian besar adalah mahasiswa dari Jogja dan luar daerah.

“Para korban diduga keracunan karena mengonsumsi miras oplosan. Mayoritas mahasiswa,” kata Kapolres Sleman, AKBP Yulianto.

miras oplosan (dok istimewa)

miras oplosan (dok istimewa)

Jatuhnya puluhan korban akibat miras oplosan ini tidak kali pertama di Jogja. Februari 2010 tercatat miras memakan delapan korban. Delapan korban itu rata-rata berusia matang di atas 30 tahun. Mereka adalah Kalis (53), Yulistyo (50), Ratno (46), Slamet (39), Marsudi (55), Ofisiana (38), Eko (30), dan Toni (19).Pihak RS PKU Muhammadiyah Jogja mencatat bahwa korban tewas karena diduga mencampur miras dengan bahan berbahaya seperti lotion antinyamuk.

Pada 2011 dua warga Gunungkidul menjadi korban miras, yaitu Triyono (35) warga Sambirejo dan Darmawan (35) warga Ngebrak. Di 2012, Febri Wahyu (23) asal Bantul menjadi korban miras oplosan. Tahun 2013, tercatat dua korban tewas yang tengah dalam usia matang, yaitu Yulianto (42) dam Triyono (40) juga meregang nyawa usai menengak miras oplosan.

Satu tahun setelahnya dalam tiga hari miras oplosan memakan empat korban di Jogja. Rata-rata juga berusia matang: Wahono (58), Dolly (28), Santosa (53), dan Eko Suhandono (31). Sementara itu tahun 2015, ada tiga korban miras oplosan yaitu Raharjo (25), Ade (24), dan Yudhi (23).

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar