Demi Belikan Susu Anak, Edi Terpaksa Curi Kabel Bekas

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Demi anak, orang tua akan melakukan apa saja. Demikian pula Edi Purnomo, warga Sleman ini. Tak punya uang untuk membelikan anaknya susu ditambah sulitnya mencari pekerjaan membuatnya nekad mencuri kabel bekas milik PT Produk Rekreasi sepanjang delapan meter Maret 2015 lalu. Akibatnya, saat diajukan ke pengadilan, Edi dituntut satu tahun dua bulan […]

BERITA JOGJA – Demi anak, orang tua akan melakukan apa saja. Demikian pula Edi Purnomo, warga Sleman ini. Tak punya uang untuk membelikan anaknya susu ditambah sulitnya mencari pekerjaan membuatnya nekad mencuri kabel bekas milik PT Produk Rekreasi sepanjang delapan meter Maret 2015 lalu. Akibatnya, saat diajukan ke pengadilan, Edi dituntut satu tahun dua bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kuasa Hukum Dosen UGM Banding

Selasa (7/7) siang, satu pekan setelah sidang tuntutannya, Edi menghadapi sidang putusan. Istri dan anaknya yang masih Balita setia menungguinya di ruang sidang. Sementara itu Edi ditempatkan di ruang tunggu terdakwa bersama pegacaranya, Budhi Wardhani SH MH dan Bima Heri Nugraha SH dari LBH Sikap.

Saat tiba gilirannya, istrinya langsung keluar. Matanya sembab. “Saya enggak mau lihat suami saya dihukum padahal dia melakukannya demi anak ini,” kata istrinya terbata-bata pada beritajogja.id.

Dakwaan yang diterima Edi cukup berat. Ia didakwa melanggar pasal 362 KUHP dan merugikan PT sebesar Rp8,8 juta. Pengacara Edi menaruh curiga pada kerugian ini. Pasalnya, dalam nota pembelaan di sidang sebelumnya, ia menyangsikan bahwa kabel bekas sepanjang delapan meter itu jika dijual laku sejumlah nominal yang dikemukakan saksi.

“Itu kabel bekas mainan bom-bom car. Kami menduga tidak sampai segitu kerugiannya. Semua tentang kejanggalan atau pembelaan sudah kami sampaikan, sekarang tinggal bagaimana hakim memutuskannya,” ujar Budhi sebelum hakim mulai persidangan.

Sekitar 15 menit dari obrolan, hakim membuka persidangan.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar