Desa Prostitusi

Pulo: Desa Paling Berbahaya di Jogja Zaman Dulu

Oleh Maya Eka,

51 WTS dengan enam rumah praktek yang dikelola enam mucikari membuat Sarkem ketar-ketir dengan Desa Pulo.

BERITA JOGJA – Pada 1970an, Jogjakarta memiliki sebuah desa bernama Pulo. Dibanding desa lainnya, Pulo memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda dibanding yang lainnya. Pada masa itu, Pulo dikenal menjadi desa prostitusi. Bahkan nama Pulo sendiri hampir menyaingi popularitas Sarkem.

Desa Prostitusi

Istimewa

51 Wanita Tuna Susila (WTS) dengan enam rumah praktek yang dikelola enam mucikari cukup membuat Sarkem ketar-ketir kala itu. Terlebih lagu popularitas Desa Pulo terus menanjak dan membuat pemerintah kelabakan.

Akibatnya, pada 1979 pemerintah meminta Desa yang terletak di Kecamatan Prambanan ini ditutup. Namun, imbauan ini tak dihiraukan. Sebaliknya, Desa Pulo makin terkenal. Mucikari dan WTS pun makin bertambah.

Pemerintah lalu mengganti strategi. Usaha-usaha represif seperti imbauan dengan ancaman ditinggalkan. Mereka menggantinya dengan cara yang lemah lembut. Berbagai penyuluhan diadakan di Desa Pulo oleh pemerintah. Cara ini berhasil, di mana banyak yang meninggalkan kegiatan prostitusi di desa itu.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • pendekar malam

    pengen mampir