Panen Jagung

Desa Tlogodadi: Penghasil Jagung Hibrida Sleman

Oleh Jatu Raya,

Desa Tlogodadi menghasilkan 93,979 ton jagung per tahun dan menjadi yang tertinggi dari empat desa lainnya di Kecamatan Mlati.

BERITA JOGJA – Sleman memang Kabupaten yang kuat akan hasil pertanian. Selain padi, jagung juga menjadi tanaman yang menjanjikan. Menurut data dari UPT BP3K Wilayah III Seyegan, Desa Tlogodadi yang terletak di Kecamatan Mlati, Sleman, merupakan penghasil jagung yang lumayan tersohor hingga ke daerah lain.

Panen Jagung

Warga Cebongan bergembira usai memanen jagung. (Foto: Lia)

Desa Tlogodadi sendiri menaungi 12 dusun. Ke-12 Dusun tersebut adalah Cebongan Lor, Cebongan Kidul, Bolawen, Gandekan, Kalongan, Karangbajang, Karanglo, Nambongan, Ngalarang, Plaosan,Sanggrahan, dan Toragan.  Di Dusu Cebongan Lor dan Kidul inilah jagung hibrida tumbuh dan menghasilkan puluhan ribu ton setiap harinya.

Desa mampu menghasilkan 93,979 ton jagung per tahun dan menjadi yang tertinggi dari empat desa lainnya di Kecamatan dengan luas tanam sekitar 15 Ha. Luasan ini sendiri terancam makin terkikis karena makin menyusutnya lahan. Data terakhir menunjukkan bahwa penyusutan lahan pertanian di Kecamatan Mlati semakin tajam dengan meningkatnya pembangunan pemukiman. Dari data UPT BP3K Wilayah III Seyegan diketahui data bahwa di Mlati 60% lahan digunakan untuk bangunan sementara area pertanian hanya 34% yang juga ditanami padi dan palawija.

Tokoh masyarakat Sleman, Yuni Satia Rahayu menceritakan bahwa ada keyakinan dari penduduk setempat bahwa salah satu Dusun di Desa Tlogodadi, Cebongan, dulunya merupakan pusat ekonomi Belanda di Sleman. Soalnya, terdapat bukti adanya Pabrik Gula Cebongan pada tahun 1921. “Ada versi kedua kalau pabrik ini berdiri pada 1927. Saat itu pabrik gula Cebongan merupakan pabrik gula terbesar di Jogjakarta pada tahun 1920an. Tapi ikut hancur saat agresi militer Belanda,” jelas sejarawan yang cinta mati pada pertanian ini.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar