Detik-Detik Terakhir Mary Jane (Bagian Dua)

BERITA JOGJA – Di malam yang sama, Rahung Nasution lewat akunnya @rahung, mempos serial tweet tentang kisah Mary Jane hingga ia berakhir di penjara Indonesia. Sumbernya adalah terjemahan Iwan Meulia Pirous tentang profil kasus Mary Jane di situs web International Workers Domestic Federation (IWDF). Kicau Rahung plus live tweet pemindahan Mary Jane serta kicauan orang-orang […]

BERITA JOGJA – Di malam yang sama, Rahung Nasution lewat akunnya @rahung, mempos serial tweet tentang kisah Mary Jane hingga ia berakhir di penjara Indonesia. Sumbernya adalah terjemahan Iwan Meulia Pirous tentang profil kasus Mary Jane di situs web International Workers Domestic Federation (IWDF). Kicau Rahung plus live tweet pemindahan Mary Jane serta kicauan orang-orang lainnya membuat isu eksekusi Mary Jane memanas. Malam itu tagar #MaryJane dan #SaveMaryJane meluas. Keesokan harinya, tagar #MaryJane menjadi trending topic nomor 2 di Indonesia—respons yang kemudian diberitakan situs web TIME. The Guardian juga menurunkan berita tentang Mary Jane.

Detrik-detik terakhir Mary Jane

Istimewa

Perhatian yang begitu terlambat. Tulisan di IWDF, yang menekankan posisi Mary Jane sebagai janda miskin yang dijebak menjadi kurir narkoba tanpa Mary Jane sendiri sadari baru diunggah pada 8 April. Iwan Pirous sendiri mengunggah terjemahannya di situs pribadinya pada 16 April 2015. Padahal, kepastian hukuman mati Mary Jane sudah diteken sejak PK-nya resmi ditolak Mahkamah Agung pada 26 Maret 2015.

Terlepas dari itu, Iwan Pirous menjuduli terjemahannya sendiri dengan frasa yang bisa bikin panik: “9 Hari Menunggu Regu Tembak”. Artinya, sembilan hari dari tanggal 16 April, yang berarti tanggal 25 April (hari ini!) adalah waktu eksekusinya. Padahal hingga hari ini, belum ada keterangan resmi dari Kejaksaan Agung tentang tanggal eksekusi sepuluh terpidana mati kasus narkoba yang Mary Jane adalah satu-satunya perempuan di dalamnya. Dalam tulisan itu juga tidak disinggung soal dari mana tanggal itu datang. Sementara Iwan sudah membuat nubuat, pemerintah Filipina tengah pontang-panting menyelamatkan Mary Jane di detik-detik terakhir. Jumat pagi, pukul 06.28, barulah Jet mengabari: mereka akan terbang ke Jogja.

Pukul 13.30, rombongan itu sampai di Bandara Adisutjipto, Jogjakarta. Rombongan itu terdiri dari Jet dan dua wartawan Rappler Filipina; seorang pengacara dari Filipina; Celia dan Cesar Veloso, ibu dan ayah Mary Jane; Marites, adik Mary Jane; Mark Darren dan Mark Daniel, dua anak Mary Jane; satu orang yang tampaknya orang kedutaan—saya melihatnya sekali di pengadilan, sekali di penjara; serta dua perempuan, satu tampaknya orang Filipina, satu lagi orang Indonesia yang bisa berbahasa Tagalog. Saya mendengar perempuan yang terakhir bicara di telepon memakai bahasa Banyumasan. Dari Jogjakarta, rombongan ini menuju ke Cilacap dengan dua mobil.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar