Detik-Detik Terakhir Mary Jane (Bagian Pertama)

BERITA JOGJA – Tiga hari menjelang eksekusinya, pemerintah Filipina terus berjuang keras menyelamatkan hidup janda dua anak ini. Akankah ia selamat dari hukuman tembak? Kamis malam lalu, 23 April 2015, tersiar kabar di kalangan wartawan: pada pukul 22.00 WIB, Mary Jane Fiesta Veloso akan dipindahkan dari Lapas Kelas 2A Wirogunan, Kota Jogja, ke Lapas Besi […]

BERITA JOGJATiga hari menjelang eksekusinya, pemerintah Filipina terus berjuang keras menyelamatkan hidup janda dua anak ini. Akankah ia selamat dari hukuman tembak?

Mary Jane Fiesta Veloso

Mary Jane saat menjalani sidang PK di PN Sleman (Foto: Kresna)

Kamis malam lalu, 23 April 2015, tersiar kabar di kalangan wartawan: pada pukul 22.00 WIB, Mary Jane Fiesta Veloso akan dipindahkan dari Lapas Kelas 2A Wirogunan, Kota Jogja, ke Lapas Besi Nusakambangan, Cilacap. Mary Jane adalah warga negara Filipina yang dihukum mati karena menyeludupan heroin seberat 2,6 kilogram. Ia tertangkap di Bandara Adisutjipto, Jogjakarta, pada 2010. Ditransfer ke Nusakambangan artinya jelas: tinggal menunggu hari eksekusi mati.

Di Lapas Wirogunan telah ada sekira enam wartawan yang bersiaga di depan pintu lapas. Tak lama, hujan lalu turun dengan deras. Saya dan beberapa wartawan berteduh di Kafe Kongkalikong, depan lapas. Sebagian lainnya tetap berdiri di bawah sepenggal atap di depan pintu lapas. Cuma sepuluh menit di Kongkalikong, saya pinjam payung kafe, bergabung dengan yang di depan pintu lapas. Suasana lapas sepi, tidak ada petugas tampak.

Kata salah satu wartawan, Kepala LP, Zaenal Arifin, justru sedang makan bersama anaknya di Kongkalikong. Tapi dia tidak memberi konfirmasi apa-apa. Rumahnya memang bersebelahan dengan kafe itu. Mendengar itu, saya balik ke kafe. Pas sekali, Zaenal baru saja keluar. Saya menyapanya, saya bilang, teman-teman sedang hujan-hujanan di depan pintu Lapas. “Tadi saya suruh ngopi di sini, tapi enggak mau,” kata Zaenal. Dia tidak menyuruh pulang, jadi mungkin benar akan ada pemindahan malam ini. Zaenal lalu pulang.

Ketika mendapat kabar pemindahan, saya langsung mengontak Febri, editor tempat saya bekerja, Rappler Indonesia. Sejak pengajuan PK Mary Jane di Pengadilan Negeri Sleman, Maret lalu, Rappler terus meminta saya memantau kasus Mary Jane. Namun, di Jakarta, mereka tidak tahu soal pemindahan itu. Kata Febri, Jet Damazo, pemimpin redaksi Rappler Indonesia, sedang menunggu kedatangan keluarga Mary Jane ke Jakarta. Jet akan terbang ke Jogja bersama mereka.

Febri langsung menelepon Kejaksaan Agung. Mereka bilang, benar akan ada pemindahan. Tapi tidak tahu apakah malam ini atau besok. Kabar pemindahan malam ini jadi membingungkan. Kalau keluarga Mary Jane akan datang ke Kogja malam itu, apakah mereka akan dipertemukan sejam-dua jam, lalu Mary Jane diangkut?. Atau mereka akan dipertemukan lalu pemindahan sebenarnya tidak berlangsung malam ini? Atau Mary Jane akan tetap dipindahkan dan keluarganya menemuinya di Nusakambangan.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar