Detik-Detik Terakhir Mary Jane (Habis)

BERITA JOGJA – Malam 24 April rombongan itu sampai di Cilacap. Mereka akhirnya bertemu Mary Jane pada Sabtu siang tadi, 25 April. (Baca: Detik-Detik Terakhir Mary Jane Bagian Pertama). Menurut laporan Jet untuk Rappler, pertemuan antara Mary Jane dan keluarganya berlangsung siang tadi selama dua jam di sel isolasi Mary Jane. Mereka dijaga tiga petugas […]

BERITA JOGJA – Malam 24 April rombongan itu sampai di Cilacap. Mereka akhirnya bertemu Mary Jane pada Sabtu siang tadi, 25 April. (Baca: Detik-Detik Terakhir Mary Jane Bagian Pertama).

Menurut laporan Jet untuk Rappler, pertemuan antara Mary Jane dan keluarganya berlangsung siang tadi selama dua jam di sel isolasi Mary Jane. Mereka dijaga tiga petugas perempuan. Edre Olalia, pengacara dari National Union of People’s Lwyers, Filipina, ikut dalam pertemuan itu. Kutipan-kutipan dan informasi berikut diambil dari Rappler. Mereka bicara dalam bahasa Tagalog.

Detik-Detik Terakhir Mary Jane

Istimewa

Kepada keluarganya Mary Jane meminta untuk tidak menangis, “Jangan menangis, aku tidak mau melihatnya.”

Ibunya, Celia, mengatakan, Mary Jane tampak tegar. Ia meminta Celia menerima takdir ini. “Mungkin ini rencana Tuhan untukku. Namun, jika aku diberi kesempata untuk terus hidup, aku akan menghabiskan hidup melayani-Nya,” Celia mengulang perkataan Mary Jane. Ia memberi sebuah kalung berbandul salib kepada ibunya, serta cokelat dan sereal ke anak-anaknya. Barang-barang itu adalah pemberian teman-temannya di penjara Wirogunan.

“Jangan berpikiran aku mati karena berbuat salah. Banggalah pada ibumu karena ia mati menanggung dosa orang lain,” pesannya kepada Mark Daniel yang berusia 12 tahun.

Ia lalu bertanya kepada Mark Darren, anaknya yang berusia 6 tahun, “Kamu tahu apa yang terjadi?”

Darren menggelengkan kepalanya. “Kalau aku tidak pulang, artinya aku sudah bersama dengan Tuhan. Kamu paham?”

Darren mengangguk. Ketika berpisah dengan ibunya, Darren baru berusia 1 tahun. Mungkin ia tidak akan pernah mengenal ibunya secara langsung.
Ia meminta Marites dan Christopher, dua kakaknya, untuk datang pada malam setelah ia dieksekusi untuk mengambil jasadnya. Ia takut jasadnya akan dibuang ke laut. Christopher baru akan tiba di Cilacap malam ini.

Mary Jane menitipkan empat surat tulisan tangan kepada keluarganya. Surat pertama ditujukan kepada Wakil Presiden Filipina Jejomar Binay yang disebutkan masih berusaha menyelamatkan Mary Jane dari kematian (Baca: Detik-Detik Terakhir Mary Jane Bagian Dua). Yang kedua dan ketiga untuk para pemuda dan perempuan. Yang keempat untuk “orang yang mencelakainya”.

Mary Jane telah diberi tahu bahwa saat ini PK kedua sudah dimasukkan. Ia bahagia dan berterima kasih kepada orang-orang yang mendukungnya. Akankah harapan masih ada untuk Mary Jane?

Prima Sulistya Wardhani

Penulis adalah Jurnalis Rappler Indonesia

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar