Didampingi JPW, Keluarga akan Usut Kasus Maulana

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Kedua orang tua Maulana Rusadi (23) yang diduga korban penganiayaan polisi hingga meninggal, Sumardi Harta (53) dan Sumartin (46) mengadu ke JPW (Jogja Police Wacht) atas kematian anak mereka, Rabu (4/2). Mereka meyakini kematian anaknya bukan karena melompat dari mobil seperti cerita versi polisi, tetapi karena dianiaya polisi. “Kami merasa banyak kejanggalan, […]

BERITA JOGJA – Kedua orang tua Maulana Rusadi (23) yang diduga korban penganiayaan polisi hingga meninggal, Sumardi Harta (53) dan Sumartin (46) mengadu ke JPW (Jogja Police Wacht) atas kematian anak mereka, Rabu (4/2).
Mereka meyakini kematian anaknya bukan karena melompat dari mobil seperti cerita versi polisi, tetapi karena dianiaya polisi.

Keluarga Maulana melapor ke Jogja Police Wacht (Foto : Kresna)

Keluarga Maulana melapor ke Jogja Police Wacht (Foto : Kresna)

“Kami merasa banyak kejanggalan, dan kami tidak terima kematian anak kami karena dianiaya polisi,” kata ibu Maulana, Sumartin di kantor JPW, Rabu (4/2).

Dalam kesempatan tersebut Sumartin membeberkan sejumlah keganjilan kematian anaknya, mulai dari penangkapan hingga desakan polisi untuk berdamai dan diminta menandatangi pernyataan tidak akan menuntut polisi. “Polisi itu selalu baik sama saya, dibelikan nasi, aqua, biaya perawatan mau dibayari, tapi saya tidak mau, saya akan tuntut kapolres Bantul supaya dicopot karena melindungi anak buahnya,” tegasnya.

Sementara itu juru bicara JPW, Baharudin Kamba mengaku ada kejanggalan dari cerita kematian Maulana. Dia menilai alasan jatuh dari mobil seperti yang diceritakan polisi kepada keluarga korban tidak masuk akal.

“Biasanya orang ditangkap itu diapit ditengah, kanan kiri petugas. Gimana bisa lompat? Ini janggal,” ujarnya.

Dia pun mengatakan JPW akan mendampingi kasus ini sampai selesai. Pihak juga akan menyurati Polda, Menteri Hukum dan HAM, Komnas HAM dan Presiden terkait kasus tersebut.

“Kami juga akan mengajukan ke LPSK, supaya saksi bisa dilindungi, karena ada saksi yang teman Maulana yang tahu jelas bahwa Maulana dipukuli, bukan melompat dari mobil,” tandasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar