Diduga dipukuli Polisi, Maulana meninggal dengan muka lebam

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Diduga karena dianiaya oknom polisi Polres Bantul, Maulana Rusadi (23) warga Getak, Sumberagung, Moyudan, Sleman meninggal dunia di RS Wirosaban, Minggu (1/2) sekitar pukul 09.15 Wib. Dia diduga dianiaya pada 23 Januari 2015 dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Menurut Bibi korban, Suhartinah dia mendapat informasi dari polisi melalui ibu korban, korban […]

BERITA JOGJA – Diduga karena dianiaya oknom polisi Polres Bantul, Maulana Rusadi (23) warga Getak, Sumberagung, Moyudan, Sleman meninggal dunia di RS Wirosaban, Minggu (1/2) sekitar pukul 09.15 Wib. Dia diduga dianiaya pada 23 Januari 2015 dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Jenazah Maulana dibawa ke RS Sarjito (Foto : Kresna)

Jenazah Maulana dibawa ke RS Sarjito (Foto : Kresna)

Menurut Bibi korban, Suhartinah dia mendapat informasi dari polisi melalui ibu korban, korban ditangkap polisi lalu dipukuli oleh polisi. Kejadian tersebut bermula ketika korban sedang berada dirumah temannya, tiba-tiba di datangi polisi, lalu disekap dan dimasukan dalam mobil.
“Kata polisi dia njambret, terus ditangkap, sewaktu ditangkap pakai mobil dia loncat dari mobil, jadi kemudian dilarikan ke rumah sakit,” katanya pada wartawan di Instalasi Kedokteran Forensi RS Sarjito, Selasa (3/1).
Namun ketika Suhartinah melihat luka korban, dia merasa curiga. Karena luka lebam seperti itu tidak mungkin akibat jatuh dari mobil.
“Kalau temannya dia yang juga ikut disekap cerita mata mereka ditutup terus dinaikkan ke mobil. Saat di mobil dia dengar Maulana jerit-jerit dianiaya, sekitar setengah kemudian dia nggak dengar lagi suara maulana,” jelasnya.
Pihak keluarga korban pun mengaku kecewa, pasalnya saat dibawa ke rumah sakit, keluarga tidak diberi kabar. Baru sehari setelah di rumah sakit, dihubungi oleh polisi.
“Kita baru tahu sehari setelahnya, masuk Jumat, Sabtu malam kita baru dikabari polisi,” tandasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar