Dituntut 6 Tahun, Kakek Cabul Ampun-ampun

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Widasono (81) lansia asal Sleman meminta ampun pada majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Rabu (18/2) siang. Lansia kelahiran 22 April 1933 ini meminta ampun setelah Sugeng Riyadin, JPU menuntutnya enam tahun penjara karena melakukan perbuatan pencabulan atas anak berusia enam tahun. “Waduh, kok enam tahun. Saya […]

BERITA JOGJA – Widasono (81) lansia asal Sleman meminta ampun pada majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Rabu (18/2) siang. Lansia kelahiran 22 April 1933 ini meminta ampun setelah Sugeng Riyadin, JPU menuntutnya enam tahun penjara karena melakukan perbuatan pencabulan atas anak berusia enam tahun.

Kakek cabul divonis enam tahun

istimewa

“Waduh, kok enam tahun. Saya sudah 81 tahun, ampun Pak Hakim, ampun Pak Jaksa. Jangan enam tahun, nanti saya keburu mati,” rengeknya di di pengadilan.

Perbuatan bejat lansia tersebut terjadi pada 16 Oktober 2014. Sekitar pukul 12.00 WIB, terdakwa mendatangi rumah korban untuk bertemu dengan cucunya. Namun karena cucunya pergi, ia bertemu dengan korban di rumah cucunya.

“Saya suruh ambilkan buah salak. Terus saya kupaskan da sehabis mengupas salak, saya suruh dia (korban) berbaring. Saya bilang ‘Tak ku gatel e nok (kelaminku gatel) lalu tak suruh dia megang,” tutur terdakwa di muka persidangan.

Di depan pengadilan pengakuan terdakwa ini dibenarkan oleh saksi dari pihak keluarga. Disampaikan Sugeng bahwa dalam persidangan pekan lalu, TA, keluarga korban, mendapatkan laporan dari korban tentang pencabulan yang dilakukan Widsono. Mendapat laporan, TA lalu melaporkannya pada polisi.

Atas perbuatannya ini terdakwa dikenakan pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Fakta dan saksi sudah dihadirkan di depan persidangan, tuntutan juga sudah dibacakan. Terdakwa juga sudah mengakui sendiri perbuatannya,” kata Sugeng.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar

  • Bedjo

    mau ketawa atau mau sedih ini? bingung.