Divonis Ringan, Mantan Ketua FPI Jogja Pikir-Pikir

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Dua terdakwa kasus dugaan penipuan dan pencucian uang, Bambang Tedi dan Istrinya, Sebrat Harjanti pikir-pikir atas vonis yang diberikan Majelim Hakim, Rabu (15/4) di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Padahal vonis yang diberikan sangat ringan dari yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU). Majelis hakim yang diketuai Rochmad SH memvonis mantan Ketua FPI Jogja […]

BERITA JOGJA – Dua terdakwa kasus dugaan penipuan dan pencucian uang, Bambang Tedi dan Istrinya, Sebrat Harjanti pikir-pikir atas vonis yang diberikan Majelim Hakim, Rabu (15/4) di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Padahal vonis yang diberikan sangat ringan dari yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasus Sebrat

Istimewa

Majelis hakim yang diketuai Rochmad SH memvonis mantan Ketua FPI Jogja 5 bulan 15 hari pidana dikurangi masa tahanan kota dan denda Rp50 juta. Sementara itu, istrinya, Sebrat Harjanti dijatuhi 3 bulan pidana yang tidak usah dijalani subsider 6 bulan beserta denda Rp50 juta.

“Jika dalam waktu enam bulan saudara terdakwa kedapatan melakukan hal serupa, maka akan langsung ditahan,” putus Rochmad.

Kuasa Hukum kedua terdakwa, Nurudin SH dan Viktor Hukapati mengatakan alasan kliennya menyatakan pikir-pikir setelah berkonsultasi dengan mereka. “Tadi kita kita berembuk. Kami putuskan akan pikir-pikir dulu untuk mempelajari putusan agar lebih jelas,” katanya singkat usai persidangan.

Keduanya sendiri diajukan ke pengadilan setelah didakwa melanggar pasal Pasal 378 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penipuan dan  pasal 4 jo.pasal 10 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang tindak pencucian uang.

Untuk dakwaan pertama, diketahui kedua terdakwa diduga melakukan penipuan atas 12 tanah pada pembeli yang kini sudah semua dilunasi. Sementara itu untuk dakwaan kedua, Untuk dakwaan kedua, Kuasa Hukum menilai itu menggantung pada dakwaan pertama. Jika tidak terbukti melakukan tindak pidana, secara otomatis dakwaan kedua gugur.

“Selain itu dalam persidangan tidak ada satu pun saksi yang dihadirkan JPU yang mampu membuktikan bahwa harta kekayaan terdakwa I dan II berasal dari tindak pidana penipuan,” tegas Victor Hukapati, salah seorang kuasa hukum.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar