Dua Mahasiswi di Bantul Jadi Korban Miras Oplosan

Dua mahasiswi diduga tewas enam jam sebelum ditemukan dalam kamar kos.

BERITA JOGJA – Kasus minuman keras (miras) oplosan yang menelan belasan korban di wilayah Jogjakarta, tak hanya menewaskan mahasiswa dan pemuda saja. Dari belasan korban tersebut ada dua orang mahasiswi yang turut menjadi korban

Miras

Istimewa

Kedua mahasiswi yang tewas tersebut berasal dari Ternate, Maluku Utara yakni Sitti Nur Dayantikaaba (22) dan Novrillah Gamawati (24). Keduanya ditemukan tewas di kamar kosnya yang berada di Kanoman, Karangjambe, Banguntapan, Bantul, Jumat (5/2) malam.

Menurut Kapolsek Banguntapan, Kompol Suharno, kedua korban ditemukan tewas pertama kali oleh teman kosnya dan pemilik kos. Korban Novrillah pada siang sekitar pukul 13.00 WIB sempat menghubungi temannya lewat pesan singkat. Kemudian pada pukul 18.00 WIB, salah seorang rekan korban ingin menemui korban namun ketika diketuk kamarnya tidak ada jawaban.

Rekannya ini kemudian melihat dari jendela kamar bahwa korban sedang dalam keadaan tertidur. Pada pukul 22.00 WIB keluarga korban menghubungi dan tidak ada jawaban. Lalu oleh rekan-rekan korban dan pemilik kos, membuka kamar korban.

“Ketika dibuka korban sudah tewas. Dari pemeriksaan petugas dari¬† Satreskrim dan Tim Identifikasi Polres Bantul, dalam olah TKP ditemukan beberapa barang bukti,” jelas Suharno.

Adapun barang bukti berupa satu botol minuman ringan ukuran satu liter berisi 1/4 liter, empat botol air mineral terdiri dua botol kosong, satu botol isi penuh arak, satu botol isi setengah campuran arak, satu kantong plastik berisi tisu disertai muntahan, satu kantong berisi pindang goreng, satu cangkir warna hitam berisi campuran arak dan satu unit ponsel,

“Berdasarkan pemeriksaan dokter kepolisian, kedua korban diduga telah tewas 6 jam sebelum ditemukan. Setelah dibawa ke RS Sardjito, rencananya jenazah keduanya akan langsung dibawa ke Ternate, Maluku,” beber Suharno.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar