Eddie Van Halen dan Kesintingan Owner Delicore Jogja

Oleh Jatu Raya,

Kemiripan desain replika dan sound gitar gitaris terkenal yang dibuatnya membuat banyak musisi berdatangan ke Delicore Jogja.

BERITA JOGJA – Perajin gitar di Jogja itu rata-rata orang gila yang kegilaanya membuat iri. Kudu punya modal yang lumayan, punya jaringan luas, harus kreatif, lalu benar-benar paham musik. Apalagi kalau masih berusia muda. Komplet sudah sintingnya.

Kegilaan ini ada dalam diri Sidi Mochammad Affan, owner Delicore Custom Shop Jogja yang terletak di Jalan Prawirotaman. Bermodal kecintaannya pada musik, ia membuat bisnis custom gitar dan replika sejak 2012 bersama rekannya. Saat itu hanya ada satu orang yang membuatnya ngebet bikin custom shop: Eddie Van Halen.

Affan bersama gitar custom ciptaannya. (Foto: Delicore)

Affan bersama gitar custom ciptaannya. (Foto: Delicore)

“Saya suka Eddie Van Halen dari lama. Pas saya lihat dia, gitarnya itu unik banget. Dari model gitar sampai sound-nya bikin saya suka banget. Terus saya bikin juga yang mirip seperti itu dari desain bodi, gambar, sampai sound mati-matian saya cari. Impor semua dari koin sampai pickup gitar. Itu adalah gitar pertama yang saya bikin sendiri,” kata Affan, waktu ngobrol santai bareng Beritajogja.id.

Replika gitar Van Halen yang dibuat Affan. (Foto: Delicore)

Replika gitar Van Halen yang dibuat Affan. (Foto: Delicore)

Dari gitar Van Halen yang dibuat pertama, Affan makin serius menggeluti bisnis ini. Kemiripan desain replika dan sound gitar gitaris terkenal yang dibuatnya membuat banyak musisi berdatangan. Salah satunya Angga Tetsuya Killing Me Inside. Delicore juga sudah mengdendorse musisi rock Baken Nainggolan. Perjuangannya dari awal bikin gitar hingga banyaknya pemesanan gitar replika maupun custom tak segampang nyuapin pacar yang lagi kasmaran.

“Dulu susah, dari mulut ke mulut. Terus belajar sana-sini, mulai dari nol lah. Sekarang sudah gampang banget mau memasarkannya via medsos juga jalan. Tapi kudu update juga soal musik kekinian dan seperti apa sound-sound baru. Soalnya pemesan kan macam-macam maunya,” kisah Affan.

Dari sekian banyak musisi yang memesan gitar, rata-rata juga jatuh cinta sama gitar replika Frankenstrat Van Hallen milik Affan. “Tapi Mau ditawar berapa juga enggak bakal saya jual. Memang sudah banyak sih yang nawar, tapi enggak bakal saya jual pokoknya,” katanya.

Affan dan kru Delicore tak berhenti berkreasi di tengah pemesanan. Dua gitar hasil kreasinya bikin geleng-geleng kepala. Gitar pertama berbodi Akrilik transparan yang di dalamnya berisi air dan baby oil. Sebagian bening di bagian atas bodi, sementara setengahnya berwarna biru. Suaranya juga cukup mantap.

Affan (dua dari kiri) bersama kru dan Eross Chandra dengan gitar akrilik buatannya. (Foto: Delacore)

Affan (dua dari kiri) bersama kru dan Eross Chandra dengan gitar akrilik buatannya. (Foto: Delicore)

Gitar kedua punya empat karakter suara yang cocok untuk Blues, Jazz, Rock, dan Akustik. Ada ukiran logam laiknya gitar Dewa Budjana di badan gitar yang diukir dengan laser. Semuanya juga dibikinnya sendiri.

“Kalau bengkel saya di Jalan Wates sama di Wonogiri. Sengaja dipisah buat ngebengkel sama ngecat atau bikin sesuatu di bodinya. Seperti gitar yang cocok untuk empat musik ini dilaser,” jelasnya.

Cen sinting!

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar