Sempat Diculik di Padang, Sultan HB IX Malah Terimakasih

BERITA JOGJA – Empat tahun usai proklamasi kemerdekaan, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX didaulat menjadi Menteri Pertahanan. Pangkatnya kala itu Letnan Jenderal. Saat menjadi Menhan, Sri Sultan sempat mengunjungi Kota Padang yang masih menjadi bagian Belanda karena Perjanjian Renville tahun 1947. Ketegangan masih terjadi antara polisi Belanda dengan kaum Republiken, yang menginginkan kebebasan Padang. […]

BERITA JOGJA – Empat tahun usai proklamasi kemerdekaan, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX didaulat menjadi Menteri Pertahanan. Pangkatnya kala itu Letnan Jenderal. Saat menjadi Menhan, Sri Sultan sempat mengunjungi Kota Padang yang masih menjadi bagian Belanda karena Perjanjian Renville tahun 1947.

Sultab HB IX

Istimewa

Ketegangan masih terjadi antara polisi Belanda dengan kaum Republiken, yang menginginkan kebebasan Padang. Dituturkan Azwar Anas, sebagaimana dituliskan Julius Poor dalam Sepanjang Hayat Bersama Rakyat, tahun 1949 Sultan pernah diculik kaum Republiken saat bertolak ke Padang.

“Kami mau tidak mau harus menculik Sultan karena ingin suara kami didengar dan tanpa ada Polisi Belanda yang mengawasi,” kata Azwar Anas yang pernah menjabat Gubernur Sumatera Barat ini.

Kisah ini bermula saat Sultan mendarat di Tabing, 27 September 1949. Dikisahkan Azwar, saat itu banyak anak kecil yang menyambut kedatangan Sultan tepat di depan pintu keluar pesawat. Sementara anak-anak kecil mengibarkan bendera merah putih mini, Polisi Belanda mengawasi.

“Di tengah kesibukan dan keriuhan, kami menculik Sultan yang lalu kami larikan dengan mobil. Saat diculik sultan diam,” tambah Azwar sebagaimana dituliskan Julius.

Setelah sampai di kediaman C.B Tampubolon yang punya mobil, Azwar dan kaum Republiken lain segera menjelaskan maksud mereka menculik Raja Jogja ini. Kaum Republiken sebenarnya ingin meyakinkan Sultan bahwa mereka juga ingin bergabung dengan NKRI dan lepas dari cengkeraman Kolonial.

Ternyata Sultan tidak marah atas insiden itu. Sebaliknya, setelah mendengar penjelasan Azwar dkk, Sultan malah berterima kasih. “Awalnya saya kaget, tapi sekarang saya merasa yakin, hakulyakin dan akan saya laporkan pada pemimpin kita di Jogja bahwa masyarakat Padang mencintai Republik Indonesia,” kata Sultan dengan suara jernih seperti yang dituliskan Julius.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar