Godbless band rock Indonesia. (Dokumen Istimewa)

Festival Musik Rock Lahirkan Musisi Berkelas, Sekarang?

Oleh Jatu Raya,

Festival Rock di Indonesia perlahan mulai meredup seiring perkembangan teknologi.

BERITA JOGJA – Setelah dibredelnya lagu pop cengeng tahun 80-an oleh Harmoko selaku Menteri Penerangan saat itu (Baca: Apakah Musik Indonesia Masih Perlu Sosok Harmoko), industri musik rock tanah air bangkit.

Godbless band rock Indonesia. (Dokumen Istimewa)

Godbless band rock Indonesia. (Dokumen Istimewa)

Di sejumlah daerah tidak ada lagi panggung untuk lagu-lagu pop melankolis berganti festival rock dari tingkat pelajar sampai umum. Skala festival tidak hanya kecil, tapi juga menasional dengan adanya sejumlah festival yang disponsori banyak merk rokok dan bertahan lama hingga tahun 2000-an.

Lagu-lagu rumit macam Musisi (Godbless), Pink Floyd, Rush, dan lain-lain dibawakan dengan enerjik oleh musisi belasan tahun di atas panggung. Notasi-notasi solo yang bisa bikin keriting jari macam Balerina-nya Steve Vai dimainkan dengan anggun di hampir setiap festival rock. Tidak hanya sekadar adu skill, festival rock juga mengadu kreativitas musisi dengan lagu-lagu ciptaan sendiri.

Panggung festival yang dimulai sejak tahun 1980-an di tingkat daerah maupun nasional melahirkan banyak band berkualitas yang lagu-lagunya tetap mengabadi. Ada Power Metal, Grass Rock, Adi Metal, Boomerang, Sahara, Ungu5, Relp, C4 dan masih banyak yang lainnya.

“Kalau ingat zaman dulu memang seru banget. Adu skill sama band lain di atas panggung lalu adu keberuntungan ngirim demo ke label. Tapi yang paling seru adalah proses belajar musiknya yang sangat susah sekali,” kenang Roy Agus, drummer Death Vomit saat ditemui sebelum berangkat ke Jepang beberapa waktu lalu.

Belajar musik zaman di mana festival rock masih menjadi agenda wajib daerah dan nasional memang susah. Musisi yang mau nge-skill banyak yang mencari guru musik atau sekolah musik.

“Yang lucu itu tiap guru musik punya ciri khas, seperti guru-guru kungfu. Saya dulu belajar Bass sama guru saya kudu menyediakan rokok merk Ardath dulu baru bisa belajar. Itu tiap minggu, gimana caranya bisa nge-skill kayak Flea, Bondan, Primus ya kudu nyiapin sajen dulu,” kata Aria W, musisi asal Jogja yang lahir dari panggung festival.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar